Berawal Beli Handphone, Nyawa Fahrul Berakhir di Kantor Polisi

8/09/2019 | 05:12 WIB

Bagikan:


Fahrul meninggal di Kantor Polres Bone, saat hendak dilakukan pemeriksaan oleh penyidik.

INSTINGJURNALIS.Com--Fahrul Bin Umar (39) harus pulang ke kediamannya dengan status mayat, setelah meninggal di Kantor Kepolisian Polres Bone, Kamis (08/08/2019).

Almarhum diketahui meninggal dunia saat hendak diperiksa oleh penyidik kepolisian. Namun saat itu Fahrul tiba-tiba meninggal dunia.

Sejumlah tanggapan menyeruak dari kepolisian, bahwa korban meninggal karena sesak nafas (asma), namun hal itu ternyata dibantah oleh keluarga korban mengatakan Fahrul tidak memiliki riwayat penyakit asma, bahkan paman korban menyebut meninggalnya Fahrul adalah hal yang tidak wajar.

"Kami mempertanyakan ada apa ini terjadi di Polres Bone, apa penyebab sebenarnya, keponakan kami dalam kondisi sehat-sehat saja, tidak ada juga riwayat penyakitnya, bisa jadi ada tekanan dari penyidik dan lainnya," kata Latief, paman korban.

Pasalnya menurut keluarga korban, Fahrul diamankan oleh kepolisian, Rabu (07/08/2019).

"Dia diamankan tadi malam, Rabu (07/08/2019)," lanjut Latief, Kamis (08/08/2019).

Hingga korban dimakamkan sore tadi, belum ada keterangan resmi dari ahli forensik secara pasti penyebab kematian korban.

Selain meninggalkan tanda tanya dengan adanya dugaan bahwa almarhum meninggal secara tidak wajar, ayah tiga anak ini juga meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi keluarganya, terutama ketiga anaknya, Nisa, Dwi, dan Gibran.

Hal itu disampaikan tetangga korban, Astina, ia mengatakan. "Anaknya ada tiga, Nisa dan Dwi sudah sekolah," kata Astina.

Peristiwa kematian misterius itu, berawal salah seorang pelapor (Nur Fausiah) mengaku kehilangan seluler miliknya setelah terjatuh di Jl Pisang Lama, Kab. Bone, (27/06/2019) lalu, diduga ada seseorang yang telah memungutnya, karena nomornya sudah tidak aktif.

Sementara, di lain waktu Fahrul (Almarhum) membeli handphone dengan merek Vivo seharga Rp 1,1 juta dari seorang pria di salah satu warung makan di Jalan Langsat Kabupaten Bone itu, menjadi petaka, dan menjadi incaran kepolisian.

Fahrul tidak dapat menunjukkan Dos Handpone dan lelaki pemilik awal handapone itu, hingga akhirnya almarhum disangka sebagai penadah dan diamankan, Rabu (07/08/2019) malam.

(Muhammad Ram)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI