Dugaan Korupsi DLHK Bone, Polisi Jadwalkan Gelar Perkara Penetapan Tersangka Bulan Depan

2/28/2020 | 18:33 WIB

Bagikan:
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Muhammad Pahrun.
INSTINGJURNALIS.Com--Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bone, akan melakukan gelar perkara penetapan tersangka kasus dugaan korupsi Dinas Lingkungan Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Bone.

"Rencananya bulan depan (maret) karena saat ini ada kegiatan lain," kata AKP Muhammad Pahrun, saat dikonfirmasi, Jumat (28/02/2020).

Menurut mantan Kanit Tipikor Polres Bone itu, gelar perkara tersebut dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan saksi ahli beberapa waktu lalu.

"Saksi ahlinya sudah kami lakukan pemeriksaan dan direncanakan untuk pelaksanaan gelarnya," tambahnya.

Sebelumnya, Kepolisian Resort (Polres) Bone melakukan koordinasi dengan saksi ahli pidana dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan negara hingga mencapai 560 juta berdasarkan hasil audit BPK. Keterangan ahli dimaksudkan untuk keperluan dalam penyidikan.

Keterangan saksi ahli tersebut dilakukan berdasarkan rekomendasi dari gelar perkara sebelumnya.

Perlu diketahui, kasus yang menyeret mantan Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, Asmar Arabe itu diusut oleh penyidik Tipikor Polres Bone terkait adanya dugaan tindak pidana penyalahgunaan anggaran negara tahun 2017.

Anggaran negara sebesar 4 miliar tersebut diperuntukkan untuk pengadaan barang dan jasa. Namun, faktanya anggaran swakelola DLHK Bone itu, diduga disalahgunakan oleh mantan kadis tersebut untuk kepentingan pribadinya.

Selain melibatkan mantan Kadis Bone, Asmar Arabe, kasus tersebut juga diduga menyeret pejabat tinggi Kabupaten Bone, Andi Surya Dharma. Dimana Sekda Bone itu juga diduga menerima aliran dana.

"Dia membantah hal itu, karena dihadapan penyidik dia tidak mengakui hal itu," kata Muh. Pahrun beberapa waktu lalu.

Hal itu diperkuat berdasarkan pengakuan dari Asmar Arabe yang menyebut pejabat Sekda Bone turut menikmati aliran dana itu, meskipun akhirnya ia kembali membantah hal itu.

Selain disebut oleh mantan kadis, nama Andi Surya Dharma kembali mencuat di hadapan tim auditor BPK. Kala itu, bendahara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone juga menyebut nama sekda turut menerima aliran dana.

(Muhammad Irham)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI