Pasien PDP Warga Sinjai Meninggal di Makkassar, Ini Penjelasan Jubir Pemda

4/10/2020 | 13:01 WIB

Bagikan:
[10/4 11:36 AM] Hijrah Dinkes Sinjai: Petugas puskesmas lappae sudah memastikan dan memberikan vidio ke polres di trecing posisi sekarang sudah ada jelas posisinya di samarinda, infonya di wisma  antlit yang muncul  dan sudah dipastikan ada di samarinda jika kembali ke sinjai kami akan tindaklanjuti, syukur info yang failed dari pak kapolres begitu juga pihak Telkomsel     Pengakuan sudah betul dan sudah berobat nomor telpon tempat dimana berobat kami akan pastikan kembali .   Jika hasil PDP kami di pastikan di isolasi di mandiri   Yang bersangkutan tdk kembali kesini, yang ke dua jd perhatian di samarinda krn fotonya sudah beredar dimana mana terkait pasien jumardi [10/4 11:38 AM] Hijrah Dinkes Sinjai: disamarinda yg jelas berobatnya kalau wisma atlitnya sy tdk tau persis apakah sama yg di jakarta atau tdk,tapi intinya pengakuan ybs sdh sy koordinasikan dgn pak kapolres ,( kutip juga pernyataan pak kapolres krn bantuan beliau kepastiannya jelas )
Ilustrasi net

INSTINGJURNALIS.com -
MN (84) salah seorang warga Kabupaten Sinjai yang berlamat di Kota Makassar meninggal dunia karena diagnosa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di RSUD Haji Kota Makassar pada Kamis, (9/4/2020) sekira pukul 18.55 WITA.

Almahrum telah di makamkan di Lokasi Kompleks Pemakaman  Pegawai Pemda Provinsi Sulsel Jalan Poros Macanda Lingkungan Garaganti Kelurahan Romang Polong Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Kamis (9/4) malam.

Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai, dr. Andi Suryanto Asapa mengungkapkan
proses pemakaman berlangsung aman dan kondusif yang dilakukan langsung oleh Tim Gugus Tugas atau Satgas khusus pemakaman jenazah Covid-19.

"Menyangkut pasien tersebut yang berasal dari Sinjai tadi malam dengan koordinasi gugus tugas atau satgas khusus pemakaman itu sudah diambil langsung dari Rumah Sakit Haji Makassar dan langsung di Makamkan," ungkap dr. Dedet sapaannya saat ditemui, di Kantor Dinas Kesehatan Sinjai, Jumat (10/2/2020) pagi.

Dari hasil koordinasi dari intelejen Dandim 1424 Sinjai dan Kapolres Sinjai lanjut dr. Dedet, almarhum dari Rumah Sakit Haji Makassar langsung diantar dengan mobil jenazah menuju ke pemakaman.

"Pasien yang meninggal ini ber penduduk Sinjai tapi tinggal di Makassar, alamatnya di Mallengkeri Luar, Kelurahan Manggasa Rampokalling Kota Makassar," jelasnya.

Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Sinjai identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP), MN merupakan warga Kabupaten Sinjai yang sejak tahun 2018 lalu tinggal di Kota Makassar.

"Laporan resmi dari Pak Kapolres dan Pak Dandim semua sudah clear sehingga anaknya yang berangkat malam karena tidak pernah ketemu selama pengobatan, ditengah jalan langsung pulang ke kembali di Sinjai," sambungnya.

Lebih lanjut dr. Dedet mengatakan, bahwa saat ini salah satu keluarga dari almarhum merupakan Orang Dalam Pengawasan (ODP). Kata dia, yang bersangkutan tengah berada di Kalimantan

"Dia kelurga almarhum ditemukan pada waktu datang ke Sinjai dan baru di isolasi selama 13 hari dia berangkat dari Sinjai tanpa melapor katanya di Makassar tetapi informasi terakhir dari puskesmas dia sekarang di Kalimantan," katanya.

"Sementara kita lakukan tracking mudah-mudahan secepatnya saya dapat nomor teleponnya sehingga bisa minta bantuan dari pak Dandim dan Kapolres apakah yang bersangkutan ini benar-benar ada di Makassar atau di Kalimantan," tandas dr. Dedet.

Sekaitan dengan Covid-19 yang saat ini menjadi perhatian dunia, dr. Dedet menghimbau kepada seluruh warga untuk tetap mengikuti protokol kesehatan covid-19. Yang terpenting imbuhnya, tetap menjaga kesehatan tubuh dan mengikuti imbauan pemerintah daerah. (ads)

Editor : Satria

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI