Hujan Deras, Tiga Kabupaten di Sulsel Terendam Banjir

8/28/2021 | 17:43 WIB

Bagikan:

Musriandi


INSTINGJURNALIS.Com--Beberapa daerah di Sulawesi-selatan mengalami banjir sejak Sabtu (28/08/2021). Berdasarkan data yang dihimpun selain permukiman warga, beberapa bangunan infrastruktur pemerintah tergenang air, bahkan hingga sore ini. 


Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tiga daerah terendam banjir, data sementara yang diperoleh tiga kabupaten saat berdampak, yaitu Kabupaten Bone, Soppeng dan Kabupaten Wajo. Banjir itu disebabkan curah hujan tinggi, drainase dan gorong-gorong yang tidak memadai, serta pendangkalan sungai di daerah tersebut. Akibatnya, air sungai meluap ke permukiman.


Data sementara yang dihimpun sedikitnya enam kecamatan di Kabupaten Bone terendam banjir, antara lain Kecamatan Ponre, Kecamatan Cina, Kecamatan Ajangale, Kecamatan Sibulue, Kecamatan Awangpone dan Kecamatan Mare. Khsusus di bantaran Sungai Walennae, seperti Kecamatan Ajangale, Dua Boccoe, dan Kecamatan Cenrana, ketinggian air sempat menyentuh angka 1 meter. 


Kepala BPBD Bone, Dray Vebrianto mengatakan banjir akibat intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah kecamatan tenggelam. 


Termasuk ratusan hektare sawah siap panen tenggelam, dua jembatan putus di Kecamatan Cina dan Bengo dan dua jalan longsor di Kecamatan Ponre dan Tellulimpoe. "Data sementara ratusan hektare sawah siap panen tenggelam, dua jembatan putus dan dua jalan tengelam," kata Dray, Sabtu (28/08/2021). 


Dray Vebrianto, mengatakan ketinggian air bervariasi mulai dari 30 cm hingga 1 mater. "Khusus di wilayah bantaran Sungai Walennae, seperti Desa Kampoti Kecamatan Dua Boccoe ketinggian air mencapai 1 mater," kata Dray, Sabtu (28/08/2021). 


Sementara itu di Kabupaten Wajo, data sementara empat kecamatan dilanda banjir. Banjir merendam kecamatan Tempe, Tanasitolo, Pamana dan Kecamatan Pitumpanua.


Banjir juga merendam sejumlah ruas jalan utama, yakni jalan RA Kartini, Malingkaan dan jalan Lainnyat. banjir juga mengakibatkan pusat perbelanjaan pasar sentral terendam. Puluhan toko dan rumah warga ikut terendam, begitu pula di daerah Amessangen.


Selain tingginya curah hujan, banjir yang terjadi di Sengkang ini juga disebabkan buruknya dan tidak berfungsinya sistem drainase dalam kota. Ditambah lagi daerah perbukitan disebelah timur kota mengalami penggundulan akibat pengerukan tanah dan berubah menjadi permukiman penduduk.


Di Kecamatan Pitumpanua, ketinggian air di beberapa tempat hampir mencapai satu meter. Selain merendam permukiman warga, banjir juga merendam Rumah Sakit Umum Daerah Siwa, Kantor Polsek dan beberapa fasilitas umum lainnya.


Berdasarkan laporan yang diterima Basarnas Sulsel, genangan air yang cukup tinggi membuat warga di Desa Sakolli, Kecamatan Sajoangin, Kabupaten Wajo, mesti dievakuasi.


"Pagi tadi kami menerima laporan sejumlah wilayah tergenang banjir dengan ketinggian cukup tinggi di Wajo, saya langsung mengerahkan personel dari Bone untuk menuju lokasi dan membantu evakuasi," kata Kepala Basarnas Sulsel Djunaidi, Sabtu (28/08/2021).


Sementara itu, di Kabupaten Soppeng tercatat empat kecamatan yang terdampak genangan air, seperti Kecamatan Marioriawa, Lilirilau, Donri Donri dan Kecamatan Ganra.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Soppeng Sahrani mengatakan, pihaknya sudah siap antisipasi untuk warga yang akan di evakuasi.


"Sekarang ini anggota terbagi 2 untuk pemantauan,Tim 1 di wilayah Marioriawa, Donri Donri dan Ganra, Tim 2 di wilayah Lilirilau, Liliriaja, Marioriwawo dan Citta," kata Sahrani. 


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI