KPK OTT Kepala Daerah, Diduga Jual Beli Jabatan

8/30/2021 | 17:41 WIB

Bagikan:

Satria


INSTINGJURNALIS.Com--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada Bupati Probolinggo, Puput Tantriana. Selain bupati KPK juga mengamankan salah seorang anggota DPR RI. 


Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari, ditangkap bersama Anggota DPR RI fraksi Nasdem, Hasan Aminuddin. Keduanya diketahui merupakan pasangan suami istri.


Puput mengenakan sweater merah, jilbab krem, kaca mata dan masker, tertunduk terdiam saat berjalan menuju bus polisi. Di depan Puput, ada suaminya yang mengenakan jaket putih bercorak biru navy, topi hitam, kacamata dan masker. Tak ada sepatah kata pun yang dilontarkan Hasan, mantan Bupati Probolinggo tersebut.


Selain suami istri itu, delapan orang lain yang terjaring OTT masuk ke dalam bus yang sama dan dikawal oleh sejumlah anggota polisi bersenjata laras panjang.


Kabar ini dibenarkan oleh Nurul Ghufron, Wakil Ketua KPK. “Sementara dapat saya sampaikan bahwa benar KPK telah melakukan Giat penangkapan. Selanjutnya nanti akan kami rilis,” jelasnya, Senin (30/08/2021). 


Belum diketahui kasus yang menyebabkan kedua pejabat ini ditangkap. Namun dari kabar yang beredar, penangkapan diduga karena ada kasus jual beli jabatan di Pemkab Probolinggo.


Sebelum Puput dan Hasan dibawa, penyidik KPK terlebih dahulu membawa enam koper ke dalam bus. Belum diketahui apakah benda tersebut berisi barang bukti operasi tangkap tangan Bupati Ponorogo itu.


Dinasti politik Hasan Aminuddin dan Puput Tantriana Sari di Kabupaten Probolinggo sudah berjalan cukup lama. Dimulai saat Hasan menjadi anggota DPRD Kabupaten Probolinggo periode 1999-2003.


Setelah itu, Hasan terpilih menjabat Bupati Probolinggo dua periode, 2003-2008 dan 2008-2013. Setelah purna tugas sebagai bupati, ia kemudian menjadi anggota DPR RI fraksi NasDem sampai sekarang.


Hasan kemudian digantikan oleh istrinya sendiri, Puput Tantriana Sari, yang menjadi Bupati Ponorogo pada 2013-2018. Dan kembali terpilih pada periode kedua sejak 2018 sampai sekarang.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI