Bantah Sebut NH Manfaatkan Momentum Harkopnas, Wakil Bupati Sinjai Dinilai Plin-plan

12/13/2021 | 22:24 WIB

Bagikan:

Satria


INSTINGJURNALIS.Com--Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid (NH) mendapat kritikan pedas pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke 74, yang digelar di Kabupaten Sinjai, Sabtu (11/12/2021).


NH dinilai tidak profesional dan tidak beretika oleh tiga pimpinan Golkar, karena memanfaatkan momentum tersebut untuk mendeklarasikan dirinya sebagai Calon Gubernur Sulsel 2024 mendatang. 


Di salah satu media, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sinjai, Andi Kartini Ottong. Ia mengaku bahwa kehadirannya di Harkopnas tersebut tak ada hubungannya dengan deklarasi NH.“Saya hadir sebagai Wabup Sinjai, karena Sinjai tuan rumah. Pak gubernur diwakili Kadis Koperasi Sulsel,” tegas Andi Kartini.


Bahkan Andi Kartini menilai bahwa Nurdin Halid seperti mempermalukan dirinya sendiri. Sebab saat Nurdin Halid menyatakan sebagai calon gubernur dalam sambutannya, beberapa tamu yang hadir langsung terkejut.


“Ketika Nurdin Halid naik sambutan mengatakan dia siap menjadi gubernur, beberapa hadirin terheran-heran. Kok ini agenda pemerintahan, Hari Koperasi tetapi disusupi agenda politik. Seharusnya buat agenda sendiri. Terpenting kami bertiga, ketua Maros, Bulukumba, dan saya Sinjai konsisten mendukung Airlangga presiden Taufan Pawe gubernur,” pungkasnya.


Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Wakil Bupati Sinjai, ia mengatakan dirinya tidak pernah melontarkan pernyataan itu. "Saya tidak pernah bilang begitu, saya hanya hadir sebagai Saya hadir sebagai Wabup Sinjai, karena Sinjai tuan rumah," singkatnya Andi Kartini, Senin (13/12/2021).


Tak hanya itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maros, Suhartina mengatakan bahwa kapasitas dirinya hadir pada acara tersebut sebagai Wakil Bupati Maros. Dirinya menyangkan sikap NH yang tidak profesional. Tidak bisa membedakan acara pemerintahan dan acara politik.


“Saya kaget dan merasa heran, agenda pemerintahan malah ada deklarasi seperti itu. Kami ke sana dalam kapasitas pemerintahan, menghadiri hari koperasi, bersama unsur Pemprov dan Pemkab lainnya, bukan datang sebagai ketua partai,” katanya.


“Bagi saya dan kader lainnya, harga mati Airlangga Presiden dan Taufan Pawe (TP) Gubernur 2024 mendatang,” tegas Suhartina.


Senada juga dilontarkan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bulukumba, Nirwan Arifuddin menilai bahwa sikap NH seperti tidak beretika. Dirinya menyebutkan, mantan terpidana kasus korupsi itu seperti ingin memanfaatkan Hari Koperasi demi kepentingan pribadi.


“Saya hadir berkapasitas sebagai Ketua Puskud Sulsel. Seharusnya hari koperasi yang notabene, bukan acara politik. Jangan dicampur adukkan sama agenda deklarasi politik di Pilgub nanti,” katanya.


Namun, lagi-lagi Nirwan mengaku tidak pernah menyatakan statement media menyerang pribadi Nurdin Halid.


“Sampai hari ini saya belum pernah keluarkan statement apa-apa tentang itu. Belum pernah ada saya ucapkan apalagi singgung person orang, kita ini orang Bugis Makassar, sipakatau sipakalebbi sipakainge orang. Jadi saya ingin kedepankan sipakatau. Apalagi agama juga larang, kita bersaudara jangan saling buka aib. Kita harus punya etika tata krama dan segala macam,” katanya dilansir dari salah media.


Sebagai kader Golkar, Nirwan menghargai pernyataan terbuka Nurdin Halid ingin maju kontestasi politik 2024.


Secara terpisah, salah satu pengamat politik, Irwandi menyayangkan sikap atau pernyataan yang dilontarkan oleh ketiga ketua partai tersebut. Kata dia, khususnya Ketua DPD Kabupaten Sinjai Andi Kartini Ottong ia mengatakan pernyataan tersebut tidak sesuai dengan fakta.


"Jika dilihat pada konteksnya hal itu bukanlah memanfaatkan momentum tersebut dengan mendeklarasikan dirinya sebagai calon gubernur Sulsel 2024. Wandi menyebutkan sikap tersebut mencerminkan Wakil Bupati Sinjai itu offside dan terlalu berlebih-lebihan," kata Wandi, Senin (13/12/2021).


Wandi menyimpulkan bahwa Andi Kartini terlalu kekanak-kanakan dan mengedepankan sentimennya dari pada pemikirannya. "Ini murni sentimen terhadap keluarga dekat Andi Seto, saya kira dia tidak boleh 'kajili-jili' dalam bersikap, dan itu plin-plan apalagi kemudian hal itu dibantah," jelasnya.



Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI