Optimalkan Pelayanan Masyarakat, Andi Seto Tambah Rumah Singgah di Kota Makassar

2/24/2022 | 13:56 WIB

Bagikan:


INSTINGJURNALIS.Com--Pemerintah Kabupaten Sinjai kembali menambah satu unit rumah singgah pasien di Kota Makassar. Penambahan itu dimaksudkan untuk mengoptimalkan pelayanan ke masyarakat di bidang kesehatan.


Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa mengatakan, dengan penambahan fasilitas ini, keluarga pasien tidak lagi mengeluhkan permasalahan biaya karena Pemda sudah menyiapkan rumah singgah yang dekat dengan akses rumah sakit rujukan.


Terlebih, keberadaan rumah singgah pasien di Makassar sangat bermanfaat bagi warga Sinjai yang sedang menjalani perawatan tingkat lanjut di Kota Daeng.


"Semoga dengan adanya program atau inovasi ini dapat membantu dan meringankan beban warga yang sedang melakukan pengobatan di Makassar," tuturnya. 


Lokasi atau alamat rumah singgah pasien yang baru ditambah satu unit ini kata Andi Seto, masih satu lokasi dengan rumah singgah pasien sebelumnya di BTN Wesabbe, di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar.


"Berdekatan kalau yang lama blok C nomor 53 dan 54, yang baru di Blok D nomor 23, dekat dengan rumah sakit rujukan seperti RS Wahidin," sambungnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sinjai, H. Mahyuddin, menuturkan, hingga memasuki tahun keempat pemerintahan Andi Seto, program ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk beberapa kabupaten lain yang datang langsung ke Sinjai untuk mempelajari inovasi tersebut. 


Ditambah banyaknya warga Sinjai yang telah merasakan fasilitas kesehatan yang tidak dipungut biaya ini, mulai dari akomodasi antar jemput pasien oleh Nakes, pendampingan hingga makan minum pasien beserta pendamping atau keluarga pasien.


"Karena banyaknya yang memanfaatkan rumah singgah pasien ini sehingga berdasarkan petunjuk dari Bupati, kami kontrak satu rumah lagi," ungkap Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sinjai H. Mahyuddin, Kamis (24/02/2022).


Mahyuddin membeberkan jumlah pasien yang memanfaatkan rumah singgah sejak tiga tahun terakhir ini sebanyak 347 orang pasien.


"Tahun 2018 ada 8 pasien, pada tahun 2019 ada 151 orang, tahun 2022 sebanyak 126 pasien dan di tahun 2021 sebanyak 62 pasien. Totalnya yang sudah rasakan program ini 347 warga Sinjai," jelasnya.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI