Dugaan Korupsi Dana Umat, Giliran Asisten III Setda Sinjai Diperiksa, ND Curhat Rela Korbankan Dirinya

8/15/2022 | 22:59 WIB

Bagikan:


INSTINGJURNALIS.Com--Meskipun prosesnya cukup lama, perkara dugaan korupsi dana insentif tenaga keagamaan dan uang makan minum terus berjalan di Polres Sinjai.


Diketahui, dana yang diperuntukkan program insentif keagamaan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sinjai ditilap dengan berbagai modus pemalsuan admnistrasi guna untuk kepentingan pribadi.


Sebelumnya sudah puluhan oknum yang sudah diperiksa oleh penyidik Polres Sinjai. Bahkan, sejumlah pejabat sudah diambil keterangannya, termasuk sekretaris daerah AM kini giliran HD yang menjabat sebagai asisten lll juga ikut diperiksa. Untuk diketahui HD ini merupakan pejabat yang pernah menduduki jabatan selaku PLT Kesra yang kemudian diduga bermasalah.


Meskipun telah dilakukan pemeriksaan sejumlah pihak, Kepolisian Polres Sinjai belum meningkatkan proses perkara dugaan korupsi dana ummat tersebut ke tahap penyidikan. Meskipun sudah ada pengakuan terduga pelaku ND, bahwa pihak inspektorat sudah lama janji akan menyerahkan hasil auditnya. Namun hingga kasus tersebut berjalan hampir setahun pihak inspektorat belum setor hasil auditnya dan irit bicara.


"Kami sementara koordinasi dengan pihak kepolisian," ungkap Kepala Inspektorat Sinjai, Adeha beberapa bulan lalu.


Diketahui, kasus ini sudah berjalan sejak awal tahun 2022 dan berbagai pengakuan terduga pelaku, dana yang digelapkan itu sebanyak Rp 605 juta dinikmati banyak oknum.


Bahkan beberapa bulan sebelumnya, sejak bebrapa bulan kemarin ND sebagai pembantu bendahara mengakui jika dirinya sudah sepakat dan menanda tangani hasil audit inspektorat dan diberikan waktu 30 hari sejak rekomendasi hasil audit inspektorat dikeluarkan, namun hingga sekarang pihak inspektorat masih bungkam sehingga menghambat proses hukum kasus tersebut di Tipikor Polres Sinjai.


Sekedar diketahui oknum yang sudah diperiksa adalah, DH, KM, HA, AM, SM, ND dan sejumlah oknum lainnya


"Kami sedang menunggu hasil audit Inspektorat dan hingga sekarang belum ada padahal kasus ini kami ingin naikkan ke tahap selanjutnya dan kami terus melakukan proses pemanggilan dari sejumlah pihak," ungkap AKP Syafruddin.


Sementara itu, proses kasus dana umat ini mendapat sorotan dari berbagai tokoh masyarakat. Mereka menilai bahwa kasus tersebut sangat memalukan, karena insentif dengan jumlah kecil untuk keagamaan menjadi sasaran korupsi


"Sangat disayangkan sejumlah oknum yang tega menulap dana ummat tersebut,berharap agar ada efek jerah agar pihak penegak hukum mengadili pelaku tersebut," ungkap Andi Rahim.


Sebelumnya terduga pelaku ND selaku bendahara pembantu disekretariat kesra setdakab sinjai mengakui jika dirinya sudah menanda tangani hasil audit jumlah kerugian negara yang ditemukan oleh inspektorat dengan senilai 605 juta


Kemudian beberapa bulan sebelumnya ND mengakui bahwa jumlah kerugian itu sudah dikembalikan sebanyak 300juta lebih kemudian sisa kerugian negara senilai 200 juta lebih diberikan tenggak waktu 30 hari oleh inspektorat agar dikembalikan 


Hanya saja waktu kurang lebih 4 bulan berjalan sejak perjanjian pengembalian kerugian negara tersebut dibuat,sisa kerugian sebanyak 200 juta lebih tak kunjung dikembalikan dengan alasan belum terkumpul hingga sekarang.


Bahkan ND terduga pelaku mengakui jika dana insentif itu diambilnya dengan cara bertahap,dengan bentuk menerbitkan cek pencairan yang sudah di tanda tangani oleh sekretaris daerah setdakab sinjai,padahal dana tersebut diketahui tidak dapat dicairkan secara manual dimana proses pencairannya secara otomatis masuk kerekening penerima insentif masing masing.


Setelah itu karena ND mengalami tekanan psikologis kini ND curhat kesesama bendaha teman kantornya mengatakan bahwa dirinya rela mengorbankan nyawanya terkait kasus ini demi keselamatan kalian


"Jangankan materi nyawapun saya korbankan demia kalian (proses kasus dugaan korupsi dana insentif keagamaan).

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI