Bantuan Menuai Sorotan, Kaden Brimob : Kami Sungguh Tak Tahu

10 April 2018 | 13:56 WIB

Bagikan:
Bantuan Menuai Sorotan, Kaden Brimob : Kami Sungguh Tak Tahu
INSTINGJURNALIS.com, BONE - Menanggapi sorotan atas program sosial bedah rumah yang dilakukan oleh Satuan  Detasemen C Brimob Polda Sulsel diatas lahan yang bermasalah untuk keluarga miskin, Pihak Brimob yang bermarkas di Bone, Sulsel inipun langsung melakukan konferensi pers, Selasa (10/4/2018).

Ungkapan maaf atas adanya keberatan dari pihak pemilik lahan pun langsung disampaikan oleh Komandan Detasemen, Kompol Safari sendiri. Pihaknya mengaku tidak mengetahui pasti status lahan atas bedah rumah yang dilakukan.

"saya tidak tau lokasinya ini bersengketa. Yang saya lihat dari sisi kemanusiaannya saja. Saya melihat kondisi miris bangunan yang ditempati Ambo Asse, Kami pun akui tidak berkoordinasi dengan pihak pemerintah, karena prosesnya dinilai bertele-tele, tapi kami melakukannya Karena Allah, dengan niat Tulus," ungkap Kompol Safari dihadapan puluhan Jurnalis.

Pihaknya menyatakan tetap berada diposisi tengah atas masalah ini dan berjanji tak akan ada unsur intervensi dalam proses hukum kedua belah pihak.

"Kami siap jika suatu saat bangunan yang kami bedah itu dieksekusi, kalau butuh bantuan untuk proses mengevakuasi kami juga siap. Mudah-mudahan ada jalan buat Andi Asse untuk mendapatkan lahan sebelum proses eksekusi terjadi," lanjut Safari kemudian.

Sebagaimana diketahui, Senin (9/4/18) kemarin, pihak Brimob resmi memberikan kunci kepada pasangan miskin penderita tunanetra Ambo Asse (46) dan Kasma (50) setelah proses bedah yang menghasilkan rumah semi permanen berukuran 5×9 meter dinyatakan rampung.

Namun masalah kemudian timbul lantaran lahan yang ditempati tersebut sebelumnya berperkara dan telah menghasilkan payung hukum yang jelas atas kemenangan pihak penggugat Yasmin saat banding di Pengadilan Negeri Makassar 2015 lalu atas pihak tergugat Ambo Asse.

Meski demikian, program bantuan sosial yang dilakukan institusi Brigade ini patut diapresiasi. Dari sejumlah anggaran yang berhasil terkumpul ini, diakui dana berasal dari sumbangan wajib seribu rupiah perhari untuk seluruh anggota. (sul)

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI