IPM Kabupaten Bone Meningkat, Tapi Tertinggal

8/10/2019 | 21:33 WIB

Bagikan:
Sumber Ilustrasi: Fokusjambi

INSTINGJURNALIS.Com-- Beradasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) Kabupaten Bone pada tahun 2016 menduduki peringkat ke 23 dari 24 Kabupaten se-Sulawesi-selatan dengan nilai pertumbuhan sebesar 0.3 persen.

Sementara data statistik pada tahun 2017 pertumbuhan IPM Bone menduduki peringkat ke 22 se-Sulawesi Selatan di atas Palopo dan Pare-pare.

Hal ini merupakan sinyal untuk pemerintah Kabupaten Bone berfokus dalam peningkatan IPM masyarakat.

Pencapaian IPM Kabupaten Bone terkait langsung dengan pencapaian komponen-komponen IPM. Di bidang kesehatan, Angka Harapan Hidup (AHH) penduduk sebesar 66,22 tahun meningkat dari tahun 2015 yaitu 66.01 tahun. Namun, AHH baru dapat menggambarkan perkiraan “lama hidup" penduduk. Aspek yang lebih penting dalam peningkatan kualitas kesehatan penduduk adalah apakah penduduk hidup sehat. Dengan demikian perlu dilakukan upaya peningkatan derajat kesehatan yang lebih komprehensif.

Sementara, kualitas pendidikan, yang ditunjukkan oleh Harapan Lama Sekolah (HLS) dan rata-rata Lama Sekolah (RLS) juga mengalami peningkatan. Meskipun pada HLS peningkatan yang terjadi cukup lambat dalam 3 tahun terakhir. HLS meningkat dari 12.42 tahun pada tahun 2016 menjadi 12.43 tahun pada tahun 2017. Sementara itu. selama tiga tahun terakhir RLS masih berada pada kisaran 6-7 tahun. Hal ini berarti rata-rata lama sekolah penduduk setara dengan lulus tingkat sekolah dasar atau kelas 1 SMP.

Paritas (keseimbangan) daya beli menggambarkan kemampuan penduduk membelanjakan uangnya dalam bentuk barang maupun jasa. Pada tahun 2017, paritas daya beli penduduk Kabupaten Bone sebesar 8,47 juta rupiah.

Secara keseluruhan. tingkat pencapaian IPM Kabupaten Bone tahun 2013-2017 mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut terus terjadi seiring dengan peningkatan IPM Provinsi Sulawesi Selatan. Tahun 2017. IPM Kabupaten Bone mencapai angka 64,16 meningkat dari 63.86 di tahun 2016. Namun. angka tersebut masih berada di bawah IPM Provinsi Sulawesi Selatan yaitu 70.34.

Apabila ditinjau dari besaran IPM kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan, peringkat IPM Kabupaten Bone tahun 2016 stagnan. Kabupaten Bone menduduki peringkat 23 dari 24 kabupaten/kota. IPM tertinggi diraih oleh Kota Makassar sebesar 81.13.

Secara peringkat. Kabupaten Bone masih tertinggal cukup jauh dari kabupaten Iain. Hal ini juga terllhat dari nilai penumbuhan IPM.

Pengamat Sosial dan Pendidikan Kabupaten Bone, Andi Saiful mengatakan memang pertumbuhan IPM dari tahun 2016 ke 2017 meningkat satu strip. Tapi hal itu masih tertinggal jauh dari kabupaten lain.

"Manusialah kekayaan bangsa sesungguhnya. Keberhasilan pembangunan kualitas hidup manusia secara umum terukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunandalam memperoleh pendapatan, kesehatan, dan pendidikan," kata Andi Saiful Marfian, Sabtu (10/08/2019).

Menurut Andi Saiful ada beberapa strategi meningkatkan IPM suatu wilayah, dapat diukur dari panjangnya usia harapan hidup masyarakat di wilayah yang bersangkutan. Apakah penduduk itu miskin atau kaya, apabila usia harapan hidupnya panjang, maka akan mempengaruhi IPM di daerah itu.

"Selain itu, bidang pendidikan  meningkatkan IPM bukan dengan membangun sekolah unggulan atau membangun gedung sekolah yang megah dengan berbagai fasilitas, tetapi mendorong anak-anak usia sekolah untuk sekolah, terutama anak-anak dari kalangan keluarga kurang mampu, bidang Ekonomi atau Kewirausahaan dan terakhir faktor kepemimpinan sebagai penentu, pemimpin di daerah bisa saja melakukan kunjungan ke desa-desa dan memberikan motivasi kepada warganya," kunci Saiful.

(Muhammad Ram)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI