Kasus Korupsi BOP PAUD Stagnan, Warga Bone Mulai Resah

03 August 2019 | 03:41 WIB

Bagikan:
Sumber ilustrasi: DetikNews

INSTINGJURNALIS--Com--Pengusutan kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan Kabupaten Bone masih stagnan. Dampaknya, warga mulai resah dengan penegakan hukum di Kabupaten Bone.

Pasalnya, dana sebesar Rp 27 miliar tersebut yang dikucurkan oleh pemerintah pusat 2017 dan 2018 lalu yang diduga dikorupsi pegawai Bidang PAUD. Dana BOP tersebut diduga bermasalah mencapai Rp 4,9 miliar.

Kepolisian Polres Bone mulai mengusut kasus dugaan korupsi dana BOP sejak beberapa bulan lalu, bahkan kepolisian sudah berjanji akan menetapkan tersangka bulan Juli lalu. Namun, hingga memasuki bulan Agustus belum ada penetapan tersangka.

"Penanganan kasus korupsi PAUD stagnan tidak ada kemajuan," ujar Ansarullah mempertanyakan penanganan kasus tersebut, Jumat (02/08/2019).

Padahal, kasus ini sudah diusut Kepolisian sejak beberapa bulan yang lalu. Namun sayangnya, belum ada penetapan tersangka siapa yang bertanggung jawab dalam penyelewengan dana PAUD tersebut.

Warga lainnya, kata Firajul, sudah menunggu kelanjutan proses hukum di Kepolisian. Menurutnya, proses hukum berupa penetapan tersangka sangat penting bagi eksistensi penegakan hukum. Jika tidak ada tersangka dalam waktu dekat, maka akan menciptakan stigma buruk bagi Kepolisian.

"Saya berharap, Polisi sebagai ujung tombak harus segera mengambil sikap terkait penuntasan kasus ini. Masyarakat bertanya-tanya apakah benar Kepolisian serius terhadap kasus itu. Pasalnya, kasus ini idealnya sudah ada tersangka," kata Kata Firajul.

Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Polres memeriksa sejumlah pegawai Bidang PAUD terkait dugaan adanya Mark-Up terkait pengadaan buku. Dimana harga satuan buku ditaksir mencapai Rp 3.500- Rp.5.000, namun oleh oknum pegawai PAUD menjual harga buku hingga Rp. 20.000 per eksamplar. Akibatnya, Negara mengalami kerugian hingga Rp. 4,9 miliyar.

(Muhammad Ram)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI