Siswa SMAN 2 Jonggat Deklarasi Generasi Zero Waste

8/14/2019 | 14:08 WIB

Bagikan:
Siswa SMAN 2 Jonggat Deklarasi Generasi Zero Waste

INSTINGJURNALIS.com - Para Siswa-Siswi Sekolah menengah atas negeri (SMAN) 2 Jonggat, Lombok Tengah (Loteng), mendeklarasikan diri menjadi Generasi Zero Waste, Selasa (13/8/2019) kemarin.

. Sebelum acara deklarasi berlangsung, lebih dulu para siswa-siswi membersihkan halaman sekolah dan kelas serta taman di lingkup sekolah mereka.

Ketua Osis SMAN 2 Jonggat yang juga menjadi ketua gerakan ini, Nurhasanah mengatakan, menjaga kebersihan atau bebas sampah di lingkungan sekolah bukan baru pertama kali dilakukan.

Namun setelah ada program Gubernur-Wakil Gubernur tentang “Zero Waste” dirinya dan teman-teman semakin terinspirasi untuk mengajak siswa-siswi lainnya untuk ikut mensukseskan program daerah mereka.

“Kami terinspirasi oleh program Gubernur dan Wakil Gubernur yang mengajak masyarakat untuk hidup sehat tanpa sampah, kami sadar bahwa program ini harus dimulai dari perilaku dulu, inilah waktu yang tepat yaitu dimulai dari sekolah,” ujarnya.

Nur menegaskan, gerakan Osis dan siswa lainnya ini dilakukan pagi saat masuk ke lingkungan sekolah. Tidak harus mendapatkan perintah dari guru apalagi kepala sekolah. Dari gerakan dilakukan ini, Nur mengaku nyaris semua rekannya sekarang juga menerapkan zero waste ini di tempat tinggal mereka.

“Jadi sehelai rambut jatuh pun kami anggap sampah,” tuturnya polos.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Jonggat, Khairil Anwar menambahkan, deklarasi zero waste ini merupakan inisiatif siswa sendiri. Atas gerakan dilakukan ini, Khairil berharap bisa diimplementasikan di lingkungan tempat tinggal siswa juga.

“Jadi gerakan ini juga bagian dari tindak lanjut instruksi pak gubernur juga kami lakukan,” katanya.

Tapi ia menegaskan, gerakan ini juga sudah sejak dijalankan saat menjadi kepala sekolah. Dan hasilnya, sampai dengan saat ini sudah menjadi kebiasaan siswa termasuk para guru.

Biasanya, siswa saat masuk ke sekolah. Mulai dari pintu gerbang sampai dalam kelas sampah ditemukan langsung diambil dan dibuang ke tong sampah telah disediakan. Ada organik dan non organik. Termasuk sebelum dilakukan kegiatan Imtaq dan upacara bendera. Lingkungan sekolah harus bebas sampah.

“Bisa dicek, dan saya secara pribadi juga suka bersih. Tidak bisa lihat sampah atau kotor,” ujarnya.

Selain itu, sampah seperti botol pelastik yang bisa menjadi rupiah dikumpulkan. Kemudian atas inisiatif siswa dijual dan berhasil membeli mesin air yang digunakan untuk mempermudah wudhu yang ditempatkan di musala.

“Alhamdulillah semoga semua ini bermanfaat untuk siswa dan keluarga besar SMAN 2 Jonggat,” katanya. (*)

Editor : Satria
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI