Kasus DLHK Bone, Mantan Kadis Pernah Sebut Nama Sekda

10/15/2019 | 12:38 WIB

Bagikan:
ILUSTRASI (dok.liputan6.com)
INSTINGJURNALIS.Com--Kasus dugaan tindak pidana korupsi Dinas Lingkungan Hidup, yang diduga melibatkan sejumlah pejabat tinggi Kabupaten Bone, hingga saat ini masih bergulir Kepolisian Polres Bone.

Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Muhammmad Pahrun mengatakan kasus dugaan korupsi DLHK sementara dalam tahap penyidikan, dan menunggu hasil audit BPK.

"Kita juga masih menunggu hasil audit BPK, sementara jadwalnya kami belum dapat pastikan tergantung BPK," Kata Kapolres Bone, melalui Kasat Reskrim, Iptu Muhammad Pahrun, Senin (14/10/2019).

Sewaktu proses penyidikan berlangsung,  Sekda Bone pernah dimintai keterangannya terkait kasus ini. Pasalnya, dalam proses hukum yang dilakukan oleh polisi salah satu terperiksa menyebut nama sekda dalam keterlibatan kasus ini. Yang mana Sekda Bone diduga menerima aliran dana.

Meskipun begitu, Pahrun enggang berkomentar panjang soal itu, padahal sebelumnya, ia menegaskan bahwa mantan Kadis DLHK itu menyebut nama Sekda.

"Itu juga belum, karena setelah kami minta klarifikasi, Sekda membantah dan dari Kadis DLHK juga pernah menyebut, namun setelah diminta keterangan kembali, ia mengaku tidak pernah menyebutnya," kata Pahrun.

Sekedar diketahui, kasus dugaan korupsi swakelola DLHK Bone diindikasikan merugikan negara hingga 900 juta, dan saat ini menunggu hasil resmi dari audit BPKP.

Sementara itu Sekda Bone, Andi Surya Dharma pernah disebut menerima aliran dana oleh mantan Kadis DLHK Bone, Asmar Arabe. Selain itu, nama Sekda kembali mencuat kali ini, dihadapan BPK bendaran DLHK Bone juga menyebut nama yang sama, juga telah menerima aliran dana.

(Muhammad Irham)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI