Pasca Proyek Perpipaan Selesai, Kontraktor Ganti Rugi, Tapi Belum Untuk Jalan Raya

1/06/2020 | 18:37 WIB

Bagikan:
Pasca Proyek Perpipaan Selesai, Kontraktor Ganti Rugi, Tapi Belum Untuk Jalan Raya
Ilustrasi

INSTINGJURNALIS.com - Sejumlah kabel bawah tanah yang menghubungkan nadi penerangan jalan raya di Kabupaten Sinjai sempat terputus akibat kontraktor
proyek perpipaan melakukan galian disisi jalan raya sehingga menyebabkan sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) tidak menyala.

Kepala Seksi Preservasi Kebinamargaan Bidang Bina marga DPUPR Adnan Najamuddin menjelaskan, sepanjang satu kilometer lebih kerusakan kabel bawa tanah yang ditanam oleh pemerintah Sinjai melalui dinas PUPR rusak akibat pekerjaan perpipaan yang ada diwilayah kota Sinjai.

Hal itu menyebabkan, Sinjai mengalamai kegelapan dipusaran poros jalan kota sinjai diakibatkan karena adanya proyek pemasangan jaringan perpipaan air minum.

Kendati, kata dia saat ini pihak kontrakror sudah melakukan ganti rugi denga jumlah material sebanyak Rp60 juta lebih dengan bentuk kabel layang, bukan kabel tanam.

"Setelah proyek perpipaan selesai kemarin pihak kontraktor sudah ganti rugi kira-kira sebanyak 60 juta lebih dengan panjang kabel 1 kilo meter lebih, hanya saja kabel yang digantikan adalah merupakan kabel layang dan bukan lagi kabel tanam dibawah tanah dan sekarang penerangan jalan raya sudah menyala lagi," jelasnya, Senin (6/1/2020).

Selain kerusakan kabel, juga terdapat kerusakan cabang perpipaan ke PDAM sebanyak Rp 30 Juta lebih dengan bentuk ganti pipa yang pecah.

Hal tersebut dijelaskan oleh Pimpro proyek tersebut, Badri. Menurutnya, PPK PPK sudah melakukan penegasan kepada pihak kontraktor untuk menggatikan kerugian material yang dilakukan semenjak proyek perpipaan dilakukan.

Ia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terkait jumlah kerugian aset daerah Sinjai untuk selanjutnya dilakukan ganti rugi.

"Kami terus akan melakukan hitungan berapa jumlah kerugian negara bentuk kerusakan aset negara yang dialami oleh pemda sinjai akibat proyek perpipaan ini dan kami akan estimasikan secara keseluruhan,"tegas Badri.

Diketahui, proyek perpipaan tersebut menelan anggaran 10 Miliar lebih yang dikerjakan oleh  PT.RONAL PRIMATAMA dengan masa pekerjaan 120 hari kelender.

(Sar)

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI