Pemkab Sinjai Bentuk Posko Pencegahan Virus Corona di Pintu Masuk Perbatasan

3/16/2020 | 23:13 WIB

Bagikan:
Pemkab Sinjai Bentuk Posko Pencegahan Virus Corona di Pintu Masuk Perbatasan
Rapat pembentukan gugus tugas pencegahan virus corona

INSTINGJURNALIS.com - Masih dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid 19 atau Corona Virus akan membentuk posko diantaranya empat di darat dan di laut. Posko pencegahan virus corona ini terintegrasi di pintu masuk di darat maupun di laut khususnya di pintu masuk perbatasan.

"Tujuannya untuk memantau aktivitas orang yang masuk maupun yang keluar dari Kabupaten Sinjai, karena saya pikir ini perlu dilakukan pemantauan khususnya bagi orang yang pernah datang di tempat-tempat yang diindikasikan ada kasus virus Corona," kata Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) dalam rapat pembentukan gugus tugas, Senin (16/3/2020) di Ruang Pola Kantor Bupati.

Guna mengantisipasi penyebaran virus Corona tersebut, pemantauan tidak hanya dilakukan bagi pendatang dari luar Negeri, tetapi orang dari dalam Negeri tetap harus dalam pantauan. Sebab, saat ini beberapa daerah di dalam Negeri sudah terindikasi ada kasus Corona.

"Untuk itu disetiap posko masuk harus disiapkan termoscanner untuk mengukur suhu tubuh orang yang masuk serta melihat kondisi kesehatan orang tersebut," imbuhnya.

Termasuk di posko nanti lanjut Bupati ASA, akan hadir tenaga medis untuk melakukan pengecekan tingkat kesehatan orang yang masuk dari luar Kabupaten Sinjai.

"Sehingga kita bisa mencegah jika memang ada orang yang kondisi kesehatannya kurang bagus masuk ke Sinjai," katanya.

Selain itu, orang nomor satu di Pemerintahan Sinjai ini juga meminta kepada seluruh Camat untuk memperkatat pengawasan terhadap para pendatang baru yang masuk ke wilayahnya.

"Kepada camat saya minta agar aktif melakukan pengawasan serta mengumpulkan semua kepala desa untuk memberikan informasi terkait orang-orang (warga) yang baru datang dari luar Kabupaten Sinjai dalam waktu 14 hari kedepan," tegasnya.

Bahkan, Bupati Muda ini meminta kepada dinas terkait khususnya Dinas Perikanan agar melakukan juga pendataan terhadap nelayan maupun anak buah kapal (ABK) yang masuk dari luar khususnya di tempat pendaratan kapal yang ada di Sinjai.

"Itu agar kita mudah deteksi apakah Nelayan kita ini sehat atau tidak," kata ASA.

(Satria)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI