Masyarakat Miskin Disugukan Beras Tak Bekualitas, Eksekutif dan Legislatif Hanya Diam?

6/06/2020 | 17:18 WIB

Bagikan:
Masyarakat Miskin Disugukan Beras Tak Bekualitas, Eksekutif dan Legislatif Hanya Diam?

INSTINGJURNALIS.com - Beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dikucurkan Pemerintah melalui Kementrian Sosial (Kemensos) di Kabupaten Sinjai, sungguh sangat memprihatinkan.

Bantuan pangan non tunai itu, diduga dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Bahkan beras bantuan yang diperuntukan untuk warga miskin itu kualitasnya tidak bagus. Berkutu dan berbau.

Salah seorang warga Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur, ARH sangat menyayangkan perihal bantuan yang diberikan kepada warga miskin yang kulitasnya jauh dari kata bagus. Lebih ironisnya, harga dari bantuan pangan itu berbeda dengan harga yang ada di pasaran.

"Sebelumnya keluhan masayarakat tersebut sudah disampaikan ke pihak anggota DPRD. Tetapi menurut salah seorang anggota DPRD mengatakan, kita baru bisa ditanggapi kalau jumlah yang datang hanya 10 orang," kata ARH, Sabtu (6/5/2020).

Berdasarkan penelusuran ditemukan fakta bahwa bantuan pangan non tunai itu, diduga dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Misalnya, di Desa Kanrung, Kecamatan Sinjai Tengah bantuan yang diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ditemukan permainan dengan harga dan tidak sesuai dengan harga di pasaran.

Seperti halnya disampaikan salah seorang warga. Ia menyebutkan bahwa bantuan berupa telur yang diterima dianggap tidak sesuai dan terlalu mahal.

"Telurnya ini terlalu mahal, karena 1 rak itu  dijual harga 60 ribu, sementara di pasaran itu harga telur 1 rak itu hanya 35 ribu," katanya meminta namanya tidak dimediakan, Jumat (5/6/2020).

Tak hanya telur, KPM juga mempertanyakan kondisi beras yang diterima tidak layak dikonsumsi. Beras kepada sejumlah warga, memiliki kualitas yang buruk karena beras tersebut bau dan berkutu.

"Berasnya tidak bagus, karena kayaknya ini beras campuran, berbau, kemudian banyak kutu," ketusnya.

(Fauzan) 
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI