Pemkab Sinjai Awasi Perdagangan dan Distribusi Hewan Kurban

7/02/2020 | 21:05 WIB

Bagikan:
Pemkab Sinjai Awasi Perdagangan dan Distribusi Hewan Kurban

INSTINGJURNALIS.com - Dinas Perternakan dan Kesehatann Hewan Kabupaten Sinjai membentuk tim pemantau untuk mengawasi perdagangan dan distribusi hewan kurban.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi hewan kurban benar-benar sehat dan sudah layak potong (disembelih).

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan dan Keswan Sinjai drh. Mappamancu mengatakan, pihaknya telah membentuk tim pemeriksa yang diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban di semua wilayah kecamatan di Kabupaten Sinjai.

“Saat ini kami membentuk tim yang menyebar di setiap kecamatan untuk memeriksa hewan kurban secara gratis, ada 3 sampai 4 petugas di masing-masing kecamatan dan juga di setiap perbatasan ada petugas kami yang memeriksa hewan kurban yang melintas," katanya Kamis (2/7/2020)

Pemeriksaan yang dilakukan terbagi dalam dua tahap, yakni ante mortem (sebelum dipotong) dan post mortem (sesudah dipotong). Pemeriksaan sebelum pemotongan berupa kondisi fisik,  suhu tubuh, gigi, hidung,  mata dan lainnya.

Pemeriksaan post mortem berupa organ dan jerohan seperti hati, paru-paru, ginjal, limpa dan limfoglandula.

Hingga saat ini pihaknya tidak menemukan hewan kurban yang mengalami penyakit atau tidak layak untuk jadikan hewan kurban.

“Untuk di Sinjai kami pastikan aman karena seluruh hewan kurban yang diperiksa tidak ada tanda-tanda yang ditemukan penyakit atau hal-hal yang bisa mebahayakan kesehatan manusia jika mengkonsumsi ternak sapi ternak tersebut, ” kata Mappamancu yang pernah masuk nominasi 15 besar PNS Inspiratif di Indonesia.

Terkait informasi yang beredar bahwa hewan kurban juga dilakukan rapid test atau uji swab. Mappamancu meluruskan informasi tersebut.

"Ada kekeliruan informasi tentang rapid tes atau swab pada sapi, sempat beredar memang informasi itu di kalangan pedagang sapi, akan tetapi itu mis informasi dari sebuah pertemuan yang kebetulan bersamaan antara penyuluhan Covid-19 dan sosialisasi protokol Covid-19 saat pemotongan hewan kurban. Jadi untuk sapi tidak akan diadakan swab atau rapid test, " pungkasnya. (*)

Editor : Satria
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI