Bupati ASA Bahas Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi di Dialog TVRI

8/22/2020 | 18:33 WIB

Bagikan:


INSTINGJURNALIS.com - Pangan menjadi sektor penting di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, bahkan Badan Pangan Dunia  Food Agriculture Orgazation (FAO) telah mengingatkan bahwa dunia di ambang krisis pangan.


Lalu bagaimana kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Sinjai di tengah pandemi Covid-19?


Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) mengatakan, khusus di Sinjai ketahanan pangan tidak terlalu berpengaruh dengan adanya pandemi Covid-19, baik itu produksi dari hasil pertanian, perkebunan, peternakan maupun hasil perikanan.


Hal ini dikatakan Bupati ASA saat menjadi narasumber dalam program 'Indonesia Melawan Covid-19' yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi TVRI nasional,  Sabtu (22/8/2020) pagi tadi melalui Vidcon.


"Kami di Sinjai selama pandemi ini tidak berpengaruh pada hasil pangan. Kami dari berbagai sektor cukup menghasilkan sesuai dengan rencana sebelum adanya pandemi apalagi Sinjai memang sebagai salah satu Kabupaten sumber pangan di Sulsel," ucap ASA. 


Meski begitu, Bupati ASA membeberkan sejumlah kendala yang dihadapi oleh petani, khususnya pada sektor pemasaran dan permodalan. 


Namun hal itu, tak membuat Bupati kehabisan ide. Sebab, berbagai upaya telah dilakukan dalam membantu para petani seperti dengan membangun beberapa jalan tani yang menjadi akses petani dalam mempermudah mengangkut hasil produksi.


Selain itu, harga produksi juga mengalami penurunan terkhusus di komoditi ekspor sehingga Pemkab Sinjai mengambil upaya untuk membeli produk tersebut untuk dijadikan sebagai bantuan sosial untuk warga terkena dampak Covid-19.


"Untuk permodalan, kami telah mengundang seluruh pihak Perbankan yang ada agar memberikan kemudahan kepada masyarakat kita agar dipermudah dalan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR)," bebernya. 


Orang nomor satu di Sinjai ini juga berharap kepada Pemerintah Pusat agar harga produk petani tidak anjlok dipasaran agar merancang master plan pemetaan komoditi unggulan sesuai potensi masing-masing daerah. 


"Yang menyebabkan harga produksi petani anjlok di pasaran karena komoditi tersebut sangat banyak apalagi musim panen juga dilakukan secara bersamaan. Olehnya itu Pemerintah bisa merencanakan untuk memetakan potensi unggulan daerah sehingga pertukaran barang antar daerah sangat membantu petani," ujarnya. 


Dalam kesempatan ini, Bupati ASA juga mengajak kepada pemuda agar ingin menjadi pengusaha di sektor pertanian sehingga apa yang menjadi keluhan dan kendala yang dihadapi oleh para petani bisa terselesaikan.


Dialog yang berlangsung sekitar 30 menit ini bertajuk, Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi". Selain Bupati Sinjai, dialog inibjuga menghadrikan narasumber lainnya yakni, Fungsionaris DPP HIPMI M. Hadi Nainggolan dan dipandu oleh presenter Regina Valeria.(*)


Editor : Satria


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI