Harga Cengkih di Bone Merosot, Petani Menjerit

8/27/2020 | 19:48 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.Com--Cengkih menjadi salah satu komoditas bahan campuran rokok. Sayangnya, kenaikan harga rokok tidak sejalan dengan harga cengkih. Di Kabupaten Bone petani cengkih mengeluh karena harganya makin anjlok. Untuk cengkih kering, petani hanya bisa menjual dengan harga Rp 45 ribu per kilogram (kg)-nya.

Seperti yang dialami Rabiyah, warga Desa Usa, Kecamatan Palakka, Menurut dia, turunnya harga cengkih terjadi sejak satu bulan terakhir saat petani mulai panen. Merosotnya harga cengkih sangat tajam. Dari harga Rp 180-200 ribu per kg kini hanya laku dijual seharga Rp 45 ribu saja. “Turunnya tiga kali lipat dari harga normal,” ucapnya.

Menurutnya, anjloknya harga cengkeh tahun 2020 merupakan yang terparah jika dibandingkan tahun sebelumnya. Pahahal, kata dia, meski bukan sebagai tanaman utama, cengkih biasanya menjadi penghasilan tambahan.

Setidaknya bisa menjadi modal saat bercocok tanam atau untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Kalau harga turun, pemasukan untuk modal tanam dan kebutuhan sehari-hari jadi berkurang,” beber warga Desa Usa itu.

Senada disampaikan Sultan, menyebut petani cengkih rugi mengingat harga jual cengkih tidak sebanding dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan. Termasuk untuk membayar upah buruh pemetik cengkih.

"Bagaimana tidak merugi jika harga cengkih tidak sebanding hasil perongkosan saat panen," jelasnya.

(Fad)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI