Jumlah Buta Aksara di Bone Tembus 16 Ribu Jiwa

9/17/2020 | 18:20 WIB

Bagikan:

ilustrasi
INSTINGJURNALIS.Com--Dinas Pendidikan Kabupaten Bone mengungkap fakta yang cukup mencengankan. Dari total 454.011 umur 15-59 tahun, sebanyak 16 ribu ternyata masih buta huruf.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Dr Sarianto, mengatakan jumlah buta aksara di Kabupaten Bone masih berada diangka 16 ribu jiwa, jika dirincikan setiap 28 jiwa terdapat 1 orang buta huruf.

Kata dia, pihaknya sudah melakukan program keaksaraan tahun 2020. Akan tetapi, progres tersebut dipastikan terhambat ditengah pandemi Covid-19. "Kita sudah programkan, tapi karena adanya covid maka sampai saat ini daftar penggunaan anggaran (DPA) masih nol," kata Surianto, Rabu (16/09/2020).

Selain itu dia menyayangkan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang tidak jalan. Padahal menurutnya, pemerintah pusat sudah mengucurkan bantuan operasional untuk 800 peserta buta aksara. Namun, hanya sebagain kecil yang aktif. "Dari 800 peserta yang dibagi 80 kelompok dan disebar ke 50 PKBM, yang hanya aktif hanya sekitar 16," lanjut Sarianto. 

Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Nursalam mengatakan angka buta aksara di Kabupaten Bone cukup tinggi bahkan menempati urutan kedua se Sulsel di bawah Kabupaten Gowa. Sementara itu, dari 27 kecamatan, Kecamatan Dua Boccoe dan Ajangale menempati urutan teratas denga jumlah penduduk buta aksara.

"Makanya tahun lalu dua kecamatan ini kita intervensi untuk meminimalisir buta aksara, kalau di bagian selatan ada Cina, Mare, Sibulue," kata Nursalam.

Olehnya itu, lanjut Nursalam berbagai upaya telah dilakukan, termasuk melibatkan perguruan tinggi dan berhasil mengurangi angka buta aksara sedikitnya 300 orang. "Tahun ini kami targetkan sedikitnya 1500 orang," jelasnya.

(Fah)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI