Sudah 25 Miliar Lebih Anggaran BPUM Tersalur di Sinjai

11/20/2020 | 15:49 WIB

Bagikan:

 25 Miliar Lebih Anggaran BPUM Tersalur di Sinjai

INSTINGJURNALIS.com - Usaha mikro di Sinjai secara perlahan mulai bergerak di masa pandemi Covid-19. Hal ini tidak lepas dari bantuan stimulus yang dikucurkan pemerintah. Salah satunya yang disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI). 


Bank BRI cabang Sinjai hingga kini telah menyalurkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM)  sebesar Rp. 25,56 miliar untuk 10.651 penerima bantuan atau debitur. 


Asisten Manager Pemasaran Mikro (AMPM) BRI Cabang Sinjai, Muh. Iskandar mengatakan,  jumlah penerima bantuan 10.651 pelaku usaha uni berasal dari 14 unit BRI yang masuk dalam wilayah BRI Cabang Sinjai, termasuk Unit BRI Libureng, Pallatae dan Kajuara yng berada di Kabupaten Bone. 


Dari jumlah tersebut, sekitar 8.500 orang diantaranya sudah memanfaatkan bantuan ini dengan melakukan pencairan melalui Bank BRI yang ada diwilayahnya masing-masing. 


"Bantuan masing-masing Rp 2,4 juta, tapi penerima tidak semua mencairkan bantuan, ada sebagian mereka yang ditabung, ada juga yang dicairkan untuk usaha. Kita memang mendorong agar bantuan itu dapat digunakan sesuai kebutuhan," katanya, Jumat (20/11/20).


Menurut Iskandar, Bank BRI yang dipercaya oleh pemerintah sebagai bank penyalur berusaha memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi terkait bantuan usaha ini. 


"Untuk mengetahui apakah terdaftar sebagai penerima bantuan, masyarakat bisa mengakses website atau link eform.bri.co.id/bpum dan cukup memasukkan nomor KTP untuk mengetahui hasilnya. Apabila orang tersebut tercatat mendapatkan BPUM maka dapat segera langsung mendatangi kantor BRI terdekat dengan membawa identitas diri," urainya. 


Dengan adanya kemudahan ini diharapkan masyarakat bisa mengecek dari rumah dan tanpa datang ke kantor BRI sehingga mengurangi antrian dan mengurangi potensi kerumunan.


Sebelumnya secara aktif BRI telah mengirimkan SMS notifikasi kepada para penerima bantuan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi.


“Sebelumnya penerima BPUM kita kirimkan SMS notifikasi, namun karena terkadang ada yang nomornya sudah tidak aktif lagi sehingga pencairan sampai tahap 10 ini kita siapkan link untuk mengecek apakah berhak menerima atau tidak," imbuhnya. (*)


Editor : Satria


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI