Pelaku Balap Liar Sering Pindah Lokasi, Polisi Akui Sulit Berantas

2/08/2021 | 14:26 WIB

Bagikan:
Penulis : Musriandi
Editor  : Muhammad Irham

INSTINGJURNALIS.Com--
Aksi balap liar di Kabupaten Bone kian meresahkan. Tidak hanya malam hari, bahkan para pelaku tak segang-segang melakukan aksi trek-trekannya di siang hari. 


Kasat Lantas Polres Bone, AKP Fitriawan mengaku pelaku balap liar sulit diamankan. Menurutnya, mereka sering berpindah-pindah untuk menghindari razia polisi. 


"Para pelaku susah untuk ditangkap dikarena mereka berpindah-pindah lokasi dan saat mau di lakukan penggrebekan mereka sudah mengetahuianya dan langsung membubarkan diri," ujar Fitriawan, Minggu (07/02/2021).


Kata dia, balap liar bukan hanya tugas Polantas untuk melakukan penindakan tapi juga polsek-polsek terdekat.


"Balap liar ini bukan hanya tugas Polantas, karena balap liar juga merupakan gangguan keamanan, jadi semua polisi juga bisa membantu termasuk polsek yang dekat sekali dari lokasi balap liar (red, di Tugu JK terminal Watampone)," tambah Fitriawan berkilah. 


Diberitakan sebelumnya, balap liar atau bahasa kerennya trek-trekan sepeda motor meresahkan warga Kabupaten Bone, Sulawesi-selatan. 


Sebab, balapan liar itu tidak hanya berbahaya bagi si pebalap liar, tapi juga pengendara lainnya. Apalagi, balapan liar kerap dilakukan melawan arus lalu lintas.


Asrul, warga Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat itu, mengaku sangat terganggu dengan aksi balap liar itu. Setiap malam minggu aksi ini kerap terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kawasan Terminal Petta Ponggawae, dan Jalan Jendral Sudirman. 


"Aksi trek-trekan di jalan raya kerap mengganggu pengguna jalan,

Saya sendiri hampir tertabrak di Jalan Ahmad Yani," ungkap Asrul, Selasa (02/02/2021). 


Dirinya berharap agar pihak kepolisian menertibkan aksi balap liar tersebut sebelum ada korban.


"Saya berharap agar pihak kepolisian menertibkan aksi balap liar ini, sebelum memakan korban jiwa, dan terutama yang ada di Terminal Petta Ponggawae setiap sore ramai anak muda yang menggelar balap liar." tambah Asrul.


Warga lainnya, Ayu (25) mengatakan, balapan liar tersebut masih kerap terjadi. Bahkan tak jarang menghentikan pengguna jalan. 


Menurutnya, sulit menghentikan kegiatan negatif tersebut. Seba, mereka seperti sudah kecanduan balapan dan menguji nyali. Polisi, kata Nanang, harus menyiapkan petugas yang selalu mengawasi tempat itu.


"Dengan adanya polisi, para pebalap nakal pun jadi segan untuk berlomba secara ilegal," tambahnya. 

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI