Sinjai Dinyatakan Bebas ODF

4/03/2021 | 11:35 WIB

Bagikan:

 

Sinjai Dinyatakan Bebas ODF

INSTINGJURNALIS.com - Tim penilai atau verifikasi Kabupaten Kota Sehat (KKS) menyatakan Kabupaten Sinjai bebas Open Defecation Free (ODF).


Kepala Seksi kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, H Kasri, mengungkapkan untuk verifikasi ODF secara umum Sinjai dinyatakan bebas ODF karena masyarakat Kabupaten Sinjai umumnya telah memiliki jamban sebagai tempat untuk buang air besar. 


Kendati demikian, beberapa catatan penting sebagai bahan masukan dari tim verifikasi untuk Kabupaten Sinjai. Salah satunya, masih ditemukan beberapa warga yang rumahnya belum dilengkapi dengan jamban. Tetapi baginya, itu tidak dapat dipungkiri karena ODF berkaitan dengan masalah perubahan perilaku.


"Tinggal dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah desa untuk diselesaikan, karena memang hal tersebut sangat sulit dilakukan karena itu terkait dengan perubahan perilaku masyarakat. Tapi secara umum sudah ODF ," ujarnya saat menyambangi Sinjai pada Kamis (1/4/2021).


Untuk verifikasi KKS lanjut Kasri, pihaknya hanya memberikan catatan kepada Kabupaten Sinjai berupa kelengkapan dokumen sebagai pembuktian untuk mengikuti penilaian di tingkat nasional.


"Dokumennya hampir tuntas, tinggal dilakukan pembuktian terkait adanya dokumen lainnya untuk dirapikan. Karena ini sangat penting untuk bisa lolos dalam mengikuti verifikasi tingkat pusat untuk mendapatkan predikat Wistara," tambahnya.


Sementara itu, Kepala Bappeda Sinjai Irwan Suaib menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti catatan yang diberikan oleh tim verifikasi sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi penilaian ke depannya.


"Ada beberapa catatan yang diberikan kepada teman-teman di Kabupaten Sinjai. Ke depannya, kita akan melakukan rapat koordinasi sebagai tindaklanjut atas masukan tim verifikasi, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa dan kelurahan," tandasnya.


Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai bentuk penyatuan persepsi untuk memudahkan dalam menghadapi penilaian di tingkat nasional. (*)


Laporan: Satria 


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI