Divaksin Tahap Pertama, Ini yang Diucapkan Bupati Sinjai

7/09/2021 | 18:16 WIB

Bagikan:

Satria


INSTINGJURNALIS.Com--Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) menjalani vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Rujab, Jumat (09/07/2021). Sebelum disuntikkan, ASA melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.


"Setelah beberapa kali rencana vaksin karena ada hal yang menyebabkan tidak diperbolehkan vaksin. Alhamdulillah hari ini setelah skrining saya diperbolehkan melakukan vaksin dan ini adalah vaksin pertama yang saya lakukan," ucap Andi Seto usai divaksin bersama sembilan stafnya. 


Di tanya efek yang timbul setelah di vaksin, ASA mengaku tidak merasakan apa-apa seperti sakit atau pusing. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak takut menjalani program vaksinasi yang telah dicanangkan pemerintah menuju Herd Immunity.


Apalagi keberadaan dan pemakaian vaksin kata Bupati ASA, juga telah dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tidak hanya itu, vaksin ini telah melalui uji klinis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan telah digunakan oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia.


"Kita berharap semuanya kembali normal lagi seperti dulu. Setelah semuanya nanti aman kita bisa berkegiatan maksimal, tidak lagi terlalu banyak sosial distancing, tidak banyak lagi larangan melakukan kegiatan," tambahnya.


ASA mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita yang tidak jelas kebenarannya atau isu vaksin yang bisa membahayakan penggunanya. 


"Kalau ada yang bercerita vaksin ini menimbulkan hal lain, itu tidak benar. Mari berkomunikasi, mencari informasi yang benar melalui Dinkes atau orang orang yang punya kemampuan untuk menjelaskan mengenai vaksin", jelasnya.


Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai dr Emmy Kartahara Malik menyampaikan, bahwa vaksinasi yang dilakukan Bupati ASA merupakan vaksinasi tahap pertama. Selanjutnya, vaksinasi tahap kedua akan dilakukan 28 hari kedepan.


"Sudah vaksin dan ini yang pertama, dosis kedua nanti 28 hari kedepan baru disuntikkan lagi," pungkasnya.


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI