Buruknya Pelayanan di Klinik Restu Ibu Sinjai, Ibu Hamil Hampir Kehilangan Bayi Pertamanya.

9/05/2021 | 13:57 WIB

Bagikan:

Satria

INSTINGJURNALIS.Com--Kekecewaan mendalam dialami seorang ibu hamil Srhy Hanifah Tsurayyah (26) saat menjalani persalinan di Klinik Restu Ibu Jl. Dr. Hamka, Biringere, Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Pasalnya, ia nyaris kehilangan anak pertamanya. 


Kejadian memilukan ibu kelahiran 1995 itu berawal saat ia mendatangi klinik tersebut pada 03 September 2021 kemarin untuk menjalani persalinan. Namun saat datang ia, tidak menemukan perawat atau bidan, sehingga keluarganya harus pontang-panting untuk mencari pihak medis. Akibatnya, ibu hamil itu terpaksa melahirkan sendiri ditemani keluarga di ruang kuret yang disediakan pihak klinik.


"Ketika tiba waktunya melahirkan, kami pihak keluarga sudah membawa ke klinik tersebut. Namun, tak ada yang bisa merawatnya dengan baik tanpa alasan yang jelas," kata suami Srhy, Rola Suryanama saat menceritakan. 


Rola bercerita, istrinya semula mendapatkan saran pertolongan keluarganya agar ke RSUD Sinjai untuk melahirkan. Namun, sang suami khawatir sehingga memilih untuk ke Klinik Restu Ibu. Alhasil bidan tidak bisa sepenuhnya membantu dan merawatnya dengan benar.


Saat itu, untuk mengecek pembukaan (Proses pembukaan atau yang juga dikenal dengan nama dilatasi menjadi salah satu cara bagi dokter kandungan atau bidan untuk melacak waktu saat ibu melahirkan) sembilan di Klinik tersebut, ia berharap mendapat perawatan yang baik mengingat itu kandungan pertama. 


"Berselang kepembukaan sepuluh ini, istri saya sudah tidak dapat menghela napas lega alias sesak sehingga hampir kehilangan tenaga. Namun tiba-tiba saya berinisiatif panggil perawat di tempat untuk dibawa keruangan persalinan, setelah setiba diruangan persalinan perawat itu membawa isteri saya di ruangan kuret kemudian ditinggalkan," ungkapnya.


Rola kemudian menjelaskan, bayi yang dilahirkan isterinya hampir saja tidak terselamatkan, karena isteri tiba-tiba melahirkan sendiri tanpa perawat dan dokter. Saat melahirkan itu, bayinya hampir terjatuh. 


"Untung ada ipar saya menahan bayi saya, dan hampir terjun ke lantai klik. Bahkan tali pusarnya masih menggantung dan ipar saya yang tiba tiba menahan bayi saya akan jatuh ke lantai dan sempat kepala bayi saya terbentur di besi ranjang klinik," ungkap Rola dengan kesal. 


Keluarga pasien dan pihak klinik sempat ribut, dimana diketahui perawat atau bidan ditempat itu tidak memperhatikan alias cuek dan dokter pun jarang ada ditempat, sehingga standar pelayanan di klinik tersebut disorot warga. 


Dikabarkan klinik itu memiliki standar pelayanan yang buruk serta sejumlah pasien yang pernah dirawat di tempat tersebut merasa tidak nyaman. Bahkan sejumlah ibu hamil yang sempat melahirkan di klinik tersebut tidak terselamatkan bayinya. 

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI