Komisi III DPR-RI: Tangkap Semua Oknum yang Bermain di BPNT

9/04/2021 | 20:17 WIB

Bagikan:

Musriandi


INSTINGJURNALIS.Com--Anggota Komisi III DPR RI, Andi Rio Idris Padjalangi angkat bicara terkait polemik yang terjadi pada penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Sulawesi-selatan. Khususnya di Kabupaten Bone dan Sinjai ia menilai penyaluran program kemensos tersebut masih sangat buruk dan terkesan ada permainan. 


Selain itu, masih adanya masyarakat yang mampu namun menerima bantuan bukti bahwa penyaluran BPNT tidak tepat sasaran.


"Saya mendapat informasi, pendataan kepada keluarga penerima manfaat masih cukup buruk, barang yang diterima masyarakatpun kurang layak, seperti masih adanya masyarakat yang menerima telur dengan bau yang tidak sedap serta tidak layak untuk di konsumsi, ini harus di evaluasi dan diselidiki tentunya," kata Andi Rio kepada instingjurnalis.com, Sabtu (04/09/2021). 


Politisi asal Bone itu meminta pihak penegak hukum seperti kepolisian daerah dan kejaksaan tinggi sulawesi selatan dapat segera turun tangan dan memerintahkan jajarannya melakukan penyelidikan terhadap maraknya kasus penyalahgunaan penyaluran bantuan pangan non tunai di wilayah Sulawesi-selatan. 


"Penegak hukum harus dapat segera menindak dan menangkap oknum yang bermain dalam penyaluran bantuan BNPT. Jika ada oknum penegak hukum pun yang bermain, maka harus diberikan sanksi tegas dari lembaga penegak hukum yang bersangkutan, jangan sampai mereka tersenyum di atas penderitaan masyarakat yang membutuhkan di situasi pandemi yang sangat berdampak dan dirasakan masyarakat," ujarnya.


Terakhir, Andi Rio meminta agar pemerintah pusat dan daerah dapat menata perbaikan data terhadap masyarakat yang kurang mampu atau pihak yang berhak menerima bantuan, hal itu guna memiliki kesamaan data dan tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat dalam penyaluran bantuan.


"Ke depan pemerintah pusat dan daerah harus memperbaiki regulasi serta mekanisme penyaluran bantuan sosial, jangan sampai banyak lembaga dalam penyaluran, sehingga banyak menimbulkan masalah," tutupnya.


Diketahui penyaluran BPNT di sejumlah daerah di Sulawesi-selatan berpolemik. Sejauh ini ada lima Kabupaten tengah diperiksa kepolisian. Suplaiyer asal Sinjai, Bantaeng, Bulukumba dan Selayar saat ini diperiksa Polda Sulsel, sementara untuk Kabupaten Bone saat ini sementara ditangani Polres setempat.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI