Peredaran Makin Massif, Granat Sebut Kabupaten Bone Darurat Narkoba

11/10/2021 | 13:18 WIB

Bagikan:

Satria


INSTINGJURNALIS.Com--Kabupaten Bone dinyatakan darurat peredaran narkoba menyusul masifnya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Peredaran narkoba sudah merambah semua lapisan masyarakat baik di kota hingga pelosok desa.


Peredaran tersebut menunjukkan jumlah yang sangat tinggi dan mengancam masa depan bangsa, ancaman narkoba menjadi permasalahan sosial yang serius di tengah masyarakat dan perlu untuk segera ditanggulangi secara bersinergi dan berkesinambungan antar seluruh pemangku kepentingan


Ketua Gerakan Anti Narkoba Kabupaten Bone, Syamsuddin mengatakan ancaman narkoba lebih serius dibanding kasus lainnya. Tentu pemerintah daerah bersinergi dengan para stakeholder untuk membangun ketahanan diri pada lingkup terkecil.


"Yaitu keluarga agar mampu menangkal ancaman bahaya narkotika. Gerakan dari desa kemudian meluas ke kota hingga akhirnya mewujudkan Indonesia Bersinar," kata Syamsuddin, Selasa (09/11/2021). 


Kalau tidak serius dalam penanganan pemberantasan narkoba bisa jadi suatu daerah khususnya kabupaten Bone menjadi Darurat Narkoba. " Dengan uraian ini bisa dikatakan (darurat narkoba)," tambahnya. 


Diketahui, peredaran narkoba di Kabupaten Bone telah mencapai batas normal, selain melibatkan masyarakat sipil peredaran narkoba juga melibatkan aparat. Baru-baru ini, seorang berinisial AMR yang merupakan polisi aktif yang bertugas di Polsek Tonra wilayah Polres Bone diamankan di salah satu tempat di Kota Watampone, Kabupaten Bone dengan barang bukti sabu satu sashet kecil.


Penangkapan AMR berawal pada 12 September lalu. Berkat pengembangan pihak Kepolisian Sat Res Narkoba. Senin 13 September, pelaku AMR diamankan di wilayah Bone bersamaan dengan barang bukti berupa Narkoba jenis sabu-sabu ukuran kecil dalam bentuk sachet. 


Selain AMR, seorang oknum polisi lainnya juga berhasil diamankan berinisial SF. Ia diamankan berselang satu hari penangkapan AMR, pelaku SF juga diamankan bersama warga sipil di Jalan. Sulawesi, Kota Watampone, Kabupaten Bone, yang diduga menyalahgunakan Narkoba. SF saat ini sementara menjalani rehabilitasi di Baddoka Makassar.


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI