Prodi PBA IAIN Bone Gelar Dialog Bahasa Arab dan Krisis Identitas sebagai Bahasa Islam

6/15/2022 | 01:13 WIB

Bagikan:


INSTINGJURNALIS.Com--Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone melakukan dialog sekaligus bazar sebagai upaya pengembangan civitas akademik di salah satu warkop di Jalan Dr Wahidin, Selasa (14/06/2022). 


Menariknya, dalam dialog yang dirangkaikan bazar bersama BPH-HMPS PBA dan ITHLA tersebut mengangkat tema "Bahasa Arab dan Krisis Identitas sebagai Bahasa Islam". Di momen ini, Ketua Prodi PBA IAIN Bone, Maria Ulfah Syarif S.Pdi, M.Pdi, mengatakan kegiatan itu tidak hanya sebatas ajang silaturahmi dan bazar.


"Melainkan saling sharing ilmu pengetahuan dan pengalaman untuk pengembangan prodi PBA ke depannya, juga dengan menunjukkan identitasnya sebagai Generasi Mattola Palallo yang berlandaskan hadits," kata Maria Ulfa, dalam sambutannya di hadapan mahasiswa.


Maria Ulfa Syarif menjelaskan, identitas adalah ciri khas dan jati diri. Komunitas yang bangga dengan identitasnya adalah komunitas yang bangga dengan ciri khas dan jati dirinya yang belum tentu dimiliki komunitas tertentu.


"Olehnya itu sebagai civitas akademika IAIN Bone harus bangga sebagai umat Islam dengan bahasa Arab sebagai identitas agama. Mengingat kita adalah pemilik risalah Islam yang bersifat universal yang datang untuk seluruh manusia di seluruh penjuru dunia dengan kitab suci Alquran dan Hadis yang berbahasa Arab," tambahnya.



Kegiatan yang menghadirkan Kepala Pusat Pengembangan Karir Mahasiswa dan Alumni Lembaga Penjaminan Mutu  IAIN Bone, DR. Muhammad Rusydi, M.Pd selaku  pemateri mengemukakan salah satu kekurangan dalam pembelajaran bahasa Arab selama ini. Menurutnya, pembelajar sangat mementingkan berbagai macam epistemologi yang ditawarkan oleh Barat yang lebih mengarah ke indra dan akal.


"Kita kurang mengadopsi epistemologi yang ditawarkan oleh Islam yaitu intuisi dan wahyu. Maka penting saat ini, kita harus mampu  mentransformasikan posisi bahasa Arab sebagai sebuah teks yang universal ke dalam konsep yang sifatnya sangat sektarian yang sangat memungkinkan. Lalu berdialektika dengan berbagai konteks yang meliputinya,” kata Ketua Prodi PBA IAIN Bone periode 2019-2022 itu.



Terakhir, Fazlurrahman Syarif, MBA salah satu mahasiswa Doktoral Hamad bin Khalifa University-Qatar itu juga menjelaskan pentingnya bahasa Arab sebagai salah satu bahasa pengguna terbanyak di dunia. Kata dia, kemampuan berbahasa Arab tidak hanya sebatas bisa mengantarkan kita menjadi dosen tapi juga bisa menjadi penerjemah, analitik drafting kontrak.


Bahkan penguasaan bahasa Arab adalah salah satu syarat untuk bisa masuk bekerja di Islamic Development Bank (Bank Islam Terbesar di Dunia) yang berpusat di Jeddah selain bahasa Perancis.


"Kongkritnya, jika ingin menguasai dunia maka kuasai bahasa Arab oleh karena bahasa Arab sebagai alat menuju kesuksesan sebagaimana pesan dari Ibnu Khaldun dalam Kitab Al Muwattha," kata Fazlur sekaligus membagikan tips kepada peserta agar dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur beasiswa baik dalam negeri maupun luar negeri.


Giat Dialog dan Bazar juga dihadiri oleh Sekertaris Prodi PBA, Hastang Nur, S,.PdI., M.PdI dan dihadiri kurang lebih 70 mahasiswa dari prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI) mahasiswa pasca sarjana prodi Hukum Tata Negara (HTN).


Sekedar informasi, kegiatan ini juga bertujuan untuk menggalang dana guna membantu mahasiswa Prodi PBA yang akan bertolak dari Kota Bone menuju ke kota Pare-pare pada hari Kamis (16/6/2022) untuk ikut serta dalam Kegiatan Kemah Bahasa Arab se-Indonesia Timur yang dilaksanakan oleh ITLHA Indonesia Timur yang tahun ini  bertempat di IAIN Pare-pare sebagai tuan rumah.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI