Bupati Sinjai Diminta Sikapi Pejabatnya yang Manfaatkan Tenaga Sukarela Gerogoti Anggaran Negara

Gambar Ilustrasi (Google)

INSTINGJURNALIS.COM - 
 Terkuaknya adanya tenaga sukarela nyambi jadi direksi perusahaan rekonstruksi di sejumlah Dinas Pemerintahan Kabupaten Sinjai yang potensi dimanfaatkan oleh sejumlah pejabat gerogoti anggaran negara dengan modus Kolusi dalam memenangkan Tender, Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) diminta agar sterilkan oknum-oknum atau pejabatnya yang berwatak kontraktor tersebut.


Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu pemerhati Korupsi Dedi Irawan. Jika Bupati Sinjai tidak menyikapi dengan serius adanya sukarela hingga ASN yang merangkap menjadi Kontraktor, maka sama halnya bahwa selaku atasan merestui dan bisa saja hal tersebut dijadikan dasar opini publik bahwa Pemerintahan Kabupaten Sinjai sengaja memelihara tenaga sukarela untuk dimanfaatkan meraup keuntungan dan memenangkan tender untuk atasannya.


"Ini harus disikapi oleh Bupati itu sendiri guna untuk menghindari aroma kolusi dalam sistem lelang proyek di internal Pemerintah Kabupaten Sinjai," ungkapnya, Jumat (25/11/2022) malam.


Sebelumnya diketahui bahwa selain sukarela yang ber SK dinas ini bisa dimanfaatkan bagi atasannya untuk dapat proyek tertentu juga budaya kolusi yang berdampak kesenjangan diantara kontraktor di Sinjai akan terjadi.


Tak hanya itu sesuai dengan informasi yang dihimpun bahwa sejumlah pejabat di Sinjai dikabarkan mengintervensi panitia tender di ULP Sinjai guna untuk memenangkan salah satu proyek terhadap perusahaan tertentu.


Tak hanya di PUPR Sinjai yang mengelola anggaran ratusan miliar itu sangatlah sensitif apalagi kepala dinas PUPR sangat dekat dengan sejumlah kontraktor di Kabupaten Sinjai.


Fakta sebelumnya seperti kasus dugaan korupsi di Sekretariat daerah Sinjai Bagian Kesra, dimana negara merugi hingga Rp.700 juta lebih yang hingga sekarang belum ada kepastian hukumnya, dimana kasus ini memanfaatkan tenaga sukarela untuk memalsukan tanda tangan guna kelengkapan LPJ fiktif atas desakan atasannya sehingga terjadi Korupsi.


Sebelumnya Hamjan direksi CV. ANUGRAH DUA PUTRA yang juga selaku tenaga sukarela bertahun-tahun di dinas PUPR tersebut diakui oleh Kepala Dinas PUPR itu sendiri yakni H. Haris Achmad. 


"Betul dinda Hamjan ini sudah lama honorer dengan SK dinas sejak saya menjabat jauh sebelumnya di PUPR dan memang ada perusahaannya, "tegas Kadis PUPR.


Sekadar diketahui, tak hanya tenaga sukarela di dinas PUPR Sinjai bagian Bina Marga memiliki sukarela yang bisa dimanfaatkan juga terdapat di sekretariat DPRD Sinjai yang diduga ASN memiliki perusahaan sendiri guna mengambil fasilitas proyek uang makan minum. 


Selain itu terdapat pula dugaan di sekretariat Pemda Sinjai Bagian Umum diduga juga adanya aroma kongkalikong indikasi kolusi di setiap kegiatan bagian perlengkapan pemerintah Sinjai. (Satria)

Bagikan :
RajaBackLink.com