Pemkab Sinjai Ekspose Penemuan Satwa Anoa di Tahura Abdul Latief


Ekspose Penemuan Satwa Anoa. 

INSTINGJURNALIS.COM  Penjabat Sekretaris Daerah, Andi Jefrianto Asapa menilai sosialisasi dan ekspose hasil survei kamera jebak di lanskap pegunungan Lompobattang-Bawakaraeng sangat penting dan strategis.

Pasalnya, program unggulan pemerintah daerah kabupaten sinjai tahun 2018-2023 point ke 34 yaitu menjadikan tahura sebagai pusat pendidikan, penelitian dan wisata.

Sehingga kegiatan ini merupakan tindak lanjut rencana pengelolaan jangka panjang (RPJP) Tahura Abdul Latief tahun 2016- 2025, dan pencapaian visi Tahura Abdul Latief Sinjai yakni sebagai pusat konservasi anoa, media edukasi dan ekowisata bersama masyarakat.

"Sebagai informasi bahwa dalam pengelolaan dan pengembangan Tahura Abdul Latief saat ini memiliki beberapa dokumen yang telah disahkan oleh kementrian lingkungan hidup dan kehutanan RI diantaranya dokumen tata batas kawasan, dokumen rencana pengelolaan jangka panjang 2016-2025, dokumen penataan blok, dokumen ukl-upl dan dokumen desain tapak," ungkapnya.

Andi Jefrianto mengatakan bahwa, program dan kegiatan yang ada dalam dokumen RPJP tahun 2016-2025 Tahura Abdul Latief telah dilaksanakan setiap tahun yang sejalan salah satu pogram dan kegiatan dalam RPJP Tahura Abdul Latief tahun 2016-2025 yakni identifikasi satwa bernilai penting.

"Dalam pelaksanaannya, telah terjalin kolaborasi yang baik antara pihak balai besar konservasi sumber daya alam Sulsel dan pihak perwakilan FFI Sulsel bersama bidang pengelolaan Tahura DLHK Kabupaten Sinjai, untuk melakukan kegiatan survei identifikasi satwa anoa melalui penggunaan kamera jebak di kawasan Tahura Abdul Latief dan lanskap pegunungan Lompobattang-Bawakaraeng," jelasnya.

Hasil dari pelaksanaan identifikasi tersebut ditemukan satwa bernilai penting anoa dan beberapa satwa penting lainnya yang terekam oleh kamera jebak.

"Keberhasilan ini patut disyukuri bersama, karena dengan ditemukannya satwa anoa dan beberapa satwa langka lainnya, mengindikasikan bahwa pengelolaan tahura abdul latif Sinjai, telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan kaidah konservasi alam," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ir. Jusman, menuturkan kegiatan ini merupakan momentum yang sangat penting untuk digelorakan baik di internal maupun eksternal.

"Pada ekspose ini membuktikan bahwa anoa di Tahura Abdul Latief bukan hanya cerita, tapi fakta. Jadi ini inti dari kegiatan pada hari ini, kita ingin sampaikan bahwa kita punya akses bangsa sekarang sudah langkah, satwa oleh pemerintah RI dari 2015-2019 itu ditetapkan sebagai salah satu dari 25 satwa prioritas yaitu anoa," katanya.

Ekspose ini dihadiri Forkopimda, Fardi Ali Syahdar dari FFI's IP Sulawesi, Kadis Kehutanan Pemprov melalui virtual. Hadir juga penanggap yakni, Dr. Ir. Abdul Haris Mustari akademisi IPB, James Burton dari The International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan Direktorat KKH KSDAE. Masing-masih hadir secara virtual. (hms)


BERLANGGANAN ARTIKEL, IKUTI KAMI :


Bagikan :
RajaBackLink.com