TSMpGUd8BUMoGUMoTSO6TSM7Ti==

Sebanyak 345 juta orang terdampak Kerawanan Pangan Global

 


INSTINGJURNALIS.COM   -   Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara ( ASEAN ) berupaya memperkuat ketahanan pangan bagi penduduk dunia.


Kerawanan pangan global memengaruhi lebih banyak orang pada tahun 2022 dibandingkan tahun 2019, menurut Bank Dunia (WB), karena wabah COVID-19, perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasokan, yang membuat harga pangan melonjak.

Sebanyak 345 juta orang di 82 negara terdampak kerawanan pangan global pada 2022, lebih tinggi dibandingkan 135 juta orang di 53 negara pada 2019.

Lembaga keuangan internasional tersebut juga mencatat bahwa kekeringan parah akibat fenomena El Nino dan perubahan iklim telah meningkatkan ancaman gagal panen dan kelaparan bagi masyarakat yang tinggal di Afrika sub-Sahara, Asia Selatan, dan negara-negara Asia Tenggara.

Sekitar 80 persen populasi global yang menghadapi risiko kerawanan pangan tertinggi berada di negara-negara tersebut.

Sepanjang tahun ini, rata-rata inflasi bahan pangan di negara-negara Asia Tenggara mencapai 15 persen, menurut  informasi  yang tersedia di situs Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Bank Dunia memperkirakan bahwa pada tahun 2030, 43 juta orang di Afrika mungkin akan hidup di bawah garis kemiskinan jika masalah ini tidak ditangani dengan baik.

Di luar kawasan Afrika dan Asia, perubahan iklim juga memengaruhi negara-negara di Amerika Utara dan Eropa, di mana 32 persen lahan pertanian menghadapi ancaman kekeringan kilat setiap tahun selama beberapa tahun terakhir, menurut Forum Ekonomi Dunia.

Potensi kekeringan dapat meningkat menjadi 49 persen di negara-negara Amerika Utara dan 53 persen di negara-negara Eropa pada akhir abad ini.

Untuk itu, Penguatan Ketahanan Pangan di Masa Krisis menjadi salah satu agenda keketuaan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) Indonesia tahun ini yang bertemakan “ASEAN Matters: Epicenter of Growth”.

Melalui kepemimpinannya, Indonesia mengupayakan kerja sama yang lebih inklusif dan terintegrasi dalam ketahanan energi, stabilitas keuangan, kesehatan, dan ketahanan pangan.

Seperti yang didefinisikan pada World Food Summit 1996, ketahanan pangan adalah kondisi ketika semua orang secara fisik, sosial, dan ekonomi memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi, yang dapat membantu mereka hidup aktif dan sehat.

Singapura adalah negara ASEAN dengan peringkat tertinggi pada Indeks Ketahanan Pangan Global 2022, menempati urutan ke-28 dengan skor keseluruhan 73,1.

Indeks menilai keterjangkauan, ketersediaan, kualitas dan keamanan, serta keberlanjutan dan adaptasi sektor pangan di 113 negara.

Di antara negara Asia Tenggara lainnya, Malaysia di peringkat ke-41 dengan skor 69,9, Vietnam ke-46 (67,9), Indonesia ke-63 (60,2), Thailand ke-64 (60,1), Filipina ke-67 (59,3), Kamboja ke-78 (55,7), dan Laos ke-81 ( 53.1).




BERLANGGANAN ARTIKEL, IKUTI KAMI : [ADS]


Komentar0