Menelusuri Praktek Prostitusi Online di Bulan Ramadhan, Hotel di Bone Diduga Sediakan

6/03/2019 | 00:03 WIB

Bagikan:
Ilustrasi

INSTINGJURNALIS.Com--
Bulan ramadan rupanya tidak membuat para PSK (pekerja seks komersial) berhenti menjajakan cinta. Sebagian di antara mereka bahkan masih beroperasi. Hal itu terbukti dari hasil penelusuran awak media melalui aplikasi jejaring sosial.

Para pekerja seks komersial (PSK) dan pelanggan melakukan transaksi lewat jejaring media sosial. Lalu akan bertemu di hotel atau penginapan.




AL i.d, seorang pelanggang mengaku melakukan transaksi lewat melalui jaringan sosmed, dan menemukan adanya dua hotel dan penginapan di Kabupaten Bone yang menyediakan prostitusi online.

"Sebelumnya berkomunikasi lewat dalam satu aplikasi, hingga transaksi dan alamat tertera. Biasanya nama yang tertera di aplikasi itu bukan nama asli kami agar identitas tidak terbongkar," ungkapnya.

Dalam perbincangan itu, AL menerangkan tarif yang biasa dipatok para PSK bervariasi, dari Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta.


"Tergantung timenya (waktunya), kalau sekali main biasanya 400 ribu," terangnya

Sementara Pemerintah Daerah melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang sering melakukan razia bulan ramadahn terkesan tutup mata, bahkan diduga tidak pernah melakukan razia di dua Hotel tersebut.

"Karena pemerintah tidak pernah melakukan razia di lokasi tersebut, mereka hanya melakukan razia di indekos, sementara pusatnya di situ," jelas AL

"Upayakan mengunakan sistem sisir melakukan sweeping di tempat-tempat yang berpotensi, bukan hanya indekos tapi di hotel juga," tandasnya.

(Muhammad Ram)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI