Jalanan dan Irigasi Pertanian Rusak, Warga Minta Pemerintah dan Penegak Hukum Tutup Tambang

6/19/2020 | 18:31 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.Com--Aktivitas tambang galian C diduga ilegal di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai meresahkan warga.

Warga meminta aktifitas ilegal mining yang terjadi di beberapa lokasi, termasuk Desa Pakkasalo Kecamatan Dua Boccoe dan Desa Nagauleng Kecamatan Cenrana segera ditindak atau ditutup.

"Kami atas nama warga Desa Pakkasalo resah dengan aktifitas tambang ilegal ini, kami meminta dengan tegas kepada pihak terkait dan penegak hukum untuk segera bertindak," ucap Zaenal, Jumat (19/06/2020).

Sebab, tambang ilegal yang telah beraktivitas selama 5 tahun ini menimbulkan kerusakan.

Jalan sepanjang empat kilometer rusak parah. Sungai pun mengalami abrasi dan mengancam tanah dan pemukiman penduduk.

"Selain jalanan yang dirusak, sejumlah sawah pun terancam, truk bermuatan berat masuk-keluar lokasi tambang merusak irigasi pertanian," lanjut Zaenal.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Bone, Khalil Sihab memberikan ultimatum terhadap penambang ilegal yang beroprasi di sejumlah lokasi.

Pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap lokasi penambang ilegal di sejumlah kecamatan, termasuk Kecamatan Dua Boccoe dan Kecamatan Cenrana, yang saat ini terus beroprasi.

"Segera kami akan melakukan cek terkait yang lokasi yang dimaksud dan akan memberikan teguran secara tertulis," kata Khalil Sihab saat dikonfirmasi, Jumat (19/06/2020).

"Kami menyampaikan ke Pemprov Sulsel untuk segera menurunkan tim untuk melakukan pembinaan dan menutup tambang ilegal tersebut," ucapnya.

Karena sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan monitoring terhadap penambang di Kecamatan Sibulue.

"Anggota juga telah memantau aktifitas tambang ilegal di Subulue pagi tadi," lanjutnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf akan segera bertindak. Namun, kata dia menunggu laporan tertulis dari masyarakat.

"Kami akan segera bertindak, namun alangka bagusnya ketika ada masyarakat yang melaporkan (secara tertulis)," katanya.

(Muhammad Irham)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI