Kerusakan Lingkungan di Bone masuk Zona Kritis, Walhi: Warga Bone Utara Terancam?

7/25/2020 | 03:24 WIB

Bagikan:
Ist
INSTINGJURNALIS.Com--Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Selatan menilai kerusakan lingkungan yang terjadi di Kabupaten Bone telah memasuki zona kritis.

Keberadaan sektor pertambangan khususnya, berkontribusi besar dalam penyumbang keruskan lingkungan. Bahkan, jika hal itu terus berlanjut akan berdampak keselamatan warga.

"Saat ini kerusakan lingkungan yang terjadi di Kabupaten Bone sudah sangat parah," kata Muhammad Al Amin, Jumat (24/07/2020).

Ia menjelaskan, kerusakan lingkungan  terjadi akibat aktivitas tambang pasir galian c yang terjadi di sejumlah kecamatan di daerah itu khususnya di Bone utara, dikelola secara sembarangan tanpa adanya kajian lingkungan.

"Kerusakan ini akibat tambang ilegal yang dikerjakan tidak terkendali, dikerjakan secara serampangan dan dilakukan oleh perusahan yang tidak memiliki trac record yang baik," jelasnya.

Jika hal itu berlanjut, kata Al Amin maka keselamatan masyarakat terancam. Olehnya, ia berharap pemerintah secara tegas melakukan secara massif terhadap aktivitas ini.

Karena selama ini menurutnya, pemerintah kabupaten tidak memiliki kebijakan terhadap kondisi lingkungan.

Salah satu contohnya, banjir terjadi akibat luapan Sungai Walennae, di hulunya tepatnya di Danau Tempe terjadi kerusakan lingkungan karena eksploitasi hutan secara berlebihan, sementara di hilirnya, terjadi pendangkalan secara massif yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Maka jika hal ini terus terjadi maka warga khususnya Bone Utara terancam akan terus kebanjiran," tegas aktivis lingkungan itu.

Diketahui, tiga kabuapaten di Sulawesi-selatan merasakan dampak luapan Sungai Walennae, di Kabupaten Wajo dilaporkan dan hampir 80 desa dan kelurahan terendam dari 10 kecamatan. Akibatnya, 2 ribu warga diungsikan.

Sementara di Kabupaten Bone, dilaporkan 4 kecamatan telah terendam banjir, bahkan puluhan hektar sawah siap panen terdampak.

(Mir)


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI