Saat Warga Sinjai Bakal Nikmati Jalan Mulus, Warga Bone Cerita Pengendara Keguguran Karena Jalan Rusak

7/01/2020 | 15:45 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.Com--Warga Kabupaten Sinjai patut bersyukur. Pemerintah mereka di bawah nakhoda Andi Seto Gadhista Asapa dan Andi Kartini Ottong telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan dan infrastruktur jalan.

Pemerintah Kabupaten Sinjai telah memprogramkan peningkatan jalan sepanjang 141,21 kilometer dan enam buah jembatan.

"Program tersebut juga tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023," kata Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Sinjai A Syarifuddin, Kamis (13/2/2020).

Disaat masyarakat Sinjai akan segera menikmati hasil perbaikan jalan. Justru Pemerintah Kabupaten Bone memastikan tidak ada perbaikan jalan pada tahun 2020. Pasalnya, anggaran perbaikan tahun ini dialihkan untuk penanganan covid-19.

"Untuk tahun ini tidak ada perbaikan jalan. Sejumlah anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19," kata Jibang, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Bone, Senin (22/06/2020).

Padahal Infrastruktur adalah poin pertama untuk peningkatan ekonomi masyarakat, selain itu hampir semua masyarakat Kabupaten Bone mengeluhkan jalan yang rusak.

Misalnya saja, jalan poros Desa Kampoti-Desa Pakkassalo. Kondisi jalan berlubang serta berlumpur. Kerusakan jalan mencapai 4 kilometer.

Seorang warga Desa Pakkassalo, Muh. Saing mengatakan kondisi jalan rusak sudah berlangsung lama. "Terakhir kali diaspal pada tahun 2012. Tak cukup setahun, jalan rusak karena banjir," ucapnya Senin (22/6/2020).

Menurut Saing, jalan yang rusak sudah bertahun-tahun dan tak kunjung mendapat perhatian pemerintah. Padahal, kata dia, selalu diusulkan di Musrembang.

"Selama ini tidak ada perhatian pemerintah. Kami selalu dijanji jalan itu akan diperbaiki, tetapi sampai sekarang tidak ada realisasi," keluhnya.

Jalan ini terakhir kali dilakukan pengaspalan pada tahun 2012. Namun, tak cukup setahun, jalan kembali rusak karena banjir.

Ia pun meminta perhatian pemerintah agar segera memperbaiki jalan tersebut. Sebab, kondisi jalan yang rusak sudah memakan korban.

"Ada warga yang keguguran karena kondisi jalan yang rusak sehingga terlambat mendapatkan penanganan medis. Jangan sampai pemerintah baru bergerak jika sudah banyak korban," tandasnya.

Sekedar diketahui, Berdasarkan data yang diperoleh untuk kondisi ruas jalan kategori baik baru mencapai 54 % atau 1999 kilometer (Km) ruas jalan, dari total 2.481 Km lebih dengan jalan desa, sehingga dapat disimpulkan kategori ruas jalan rusak mencapai 46% dalam kondisi rusak berat yang tersebar hampir di 27 Kecamatan.

(Sudri Mallengkuang)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI