Sejak 'Lahir' PDAM Bone Tak Pernah Sumbang PAD, Neraca Keuangan? Direktur Sebut Bukan Konsumsi Publik

8/04/2020 | 15:08 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.Com--Dikenal sebagai sentra utama suplai air khusus warga Kabupaten Bone, bukan jaminan pemerintah daerah memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sejak berdirinya, keberadaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak pernah memberikan sumbangsih terhadap peningkatan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan Sekertaris Badan Pengelolaaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bone, Andi Hasanuddin mengatakan perusahaan milik daerah yang yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum itu belum memberikan sumbangsih terhadap PAD.

"Belum ada pemasukan dari PDAM, karena selalu defisit," kata Andi Hasanuddin saat dikonfirmasi, Selasa (28/07/2020).

Bahkan, kata dia sejak berdirinya keberadaan PDAM tidak pernah memberikan sumbangsih terhadap peningkatan ekonomi daerah. "Sejak berdirinya memang tidak pernah ada pemasukannya," tambah Andi Daddi.

Sementara, Direktur PDAM Kabupaten Bone, Andi Sofyan mengatakan permasalahan terkait hal itu, terletak pada jumlah pelanggang PDAM, dimana dalam persyaratan harus mencapai 30 ribu pelanggang, sementara saat ini jumlah pelanggang hanya mencapai 15 ribu.

"Iya karena saat ini jumlah pelanggang hanya mencapai 15 ribu sementara syaratnya harus mencapai 30 ribu pelanggang," kata Andi Sofyan Galigo, Selasa (04/08/2020).

Disinggung neraca keuangan PDAM, A Sofyan Galigo enggang memberikan tanggapan, ia mengatakan hal itu bukan konsumsi publik.

"Kalau soal keuangan, itu tidak bisa hanya orang-orang tertentu yang bisa tau," katanya saat diwawancarai.

(FA)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI