Inovasi 'Cake Kebun' Puskesmas Lappae Raih Penghargaan Top 30 Tingkat Sulsel

11/12/2020 | 19:03 WIB

Bagikan:
Inovasi 'Cake Kebun' Puskesmas Lappae Raih Penghargaan Top 30 Tingkat Sulsel
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat menyerahkan penghargaan kepada drg. Irfan Aryanto didampingi Bupati Sinjai Andi Seto Asapa di Hotel Claro Makassar, Kamis (12/11/2020).

 

INSTINGJURNALIS.com - Inovasi 'Cake Kebun' Menghadang Stunting dengan Nikmat yang digagas oleh Puskesmas Lappa, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai menambah dereten prestasi Pemkab Sinjai.


Pasalnya, inovasi tersebut masuk Top 30 Inovasi Pelayanan Publik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun 2020. Selain itu, Layanan Seluler Peternakan Terintegrasi (LA SAPI) inovasi Dinas Peternakan Sinjai meraih prestasi yang sama. Kedua inovasi ini diganjar penghargaan.


Penghargaan tersebut, diserahkan langsung Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat kepada masing-masing inovator didampingi Bupati ASA di Hotel Claro Makassar, Kamis (12/11/2020).


Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sinjai drg. Farina Irfani berujar, Inovasi CAKE KEBUN Menghadang Stunting dengan Nikmat yang masuk 30 Top Inovasi dapat dijadikan pelecut kepada puskesmas dan bidang-bidang yang ada di Dinas Kesehatan untuk terus meningkatkan kreasi dan inovasi.


Sehingga kata dia, dapat menorehkan prestasi dan manfaatnya dirasakan dalam peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sinjai.


"Saya ucapkan selamat dan penghargaan kepada Puskesmas Lappae terutama inovatornya drg Irfan Aryanto, semoga inovasi ini dapat dilanjutkan dan direplikasi di Puskesmas lain," ujar drg. Arin sapaannya.


Sementara itu, drg. Irfan Aryanto mengatakan, pencapaian ini merupakan hasil kolektif banyak pihak, mulai dari pihak Pemkab Sinjai, Dinas Kesehatan, Kecamatan Tellulimpoe, Pemerintah Desa Kalobba dan staf Puskesmas Lappae.


"Penghargaan ini merupakan penghargaan kita semua, menjadi bukti bahwa kerjasama kuat  dan mandri dapat menuntaskan masalah masalah yang ada disinjai," ujarnya.


Mengapa kemandirian karena inovasi ini merupakan pemberdayaan masyarakat dengan mengoptimalkan tanaman-tanaman yang mudah di temui di masyarakat sinjai seperti kelor dan labu kuning yang bertujuan meningkatkan nilai gizi pada balita.


"Besar harapan kita semua, inovasi ini dapat berkembang dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan menjadi awal baru untuk menuju generasi Sinjai yang lebih sehat dan produktif," tandad Irfan.


Fauzan



Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI