Petani Diharapkan Ikut Asuransi

11/09/2020 | 17:26 WIB

Bagikan:

 Petani Diharapkan Ikut Asuransi

INSTINGJURNALIS.com - Pemerintah Kabupaten Sinjai mendorong para petani untuk menjadi peserta dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Pasalnya menjadi peserta asuransi dapat memberkan efek positif bagi petani itu sendiri.


Itu karena, asuransi tersebut 

bertujuan untuk mencegah kerugian di sisi petani apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses bercocok tanam. Apalagi pertanian dinilai menjadi salah satu jenis usaha yang penuh dengan risiko.


"Asuransi ini untuk melindungi petani kita jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti puso akibat kekeringan, terkena hama dan penyakit, demikian juga jika terjadi banjir," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sinjai Ir. Hj. Marwatiah, Senin (9/11/2020).


Dia mengatakan, Asuransi tani yang dikelola PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) itu memiliki tanggungan klaim jika terjadi gagal panen sebesar Rp 6 juta rupiah per hektar per musim tanam.


Preminya sebesar Rp180 per hektar per musim tanam. Premi ini terdiri atas bantuan pemerintah sebesar 80% sebesar Rp144 per hektar dan petani hanya membayar premi 20 % atau sebesar Rp36 per hektar per musim tanam.


"Jadi petani hanya membayar premi sebesar Rp 36 ribu per hektar per musim, dengan nilai pertanggungan Rp 6 juta per hektar," Kata Marwatiah. 


Ditahun 2020 ini kata Marwatiah,  luas area persawahan yang terdaftar sebagai peserta asuransi tani seluas 200 hektar yang berasal dari 300 orang petani. 


Sementara untuk klaim yan dibayarkan pada tahun 2019 lalu sekitar 72 hektar dengan jumlah total asuransi yang dibayarkan berkisar Rp 400 juta.


"Sekali lagi kami mengajak para petani kita untuk mendaftarkan diri jadi peserta asuransi tani khususnya yang memiliki lahan pada area berpotensi banjir, " ungkapnya. (*)


Editor : Satria



Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI