Meningkat 3 Kali Lipat, Distributor Pastikan Pupuk Bersubsidi di Sinjai Tak Langka

1/16/2021 | 14:05 WIB

Bagikan:

 

Meningkat 3 Kali Lipat, Distributor Pastikan Pupuk Bersubsidi di Sinjai Tak Langka


INSTINGJURNALIS.com - Isu kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Sinjai belakangan ini hangat diperbincangkan. Namun, faktanya, pupuk bersubsidi itu ternyata tidak langka. 


Bahkan, jatah pupuk pada tahun 2021 ini meroket tiga kali lipat dari tahun sebelumnya (2020). Itu diakui distributor resmi pupuk bersubsidi Sinar Bulupoddo, Aminullah.


Dengan begitu dia memastikan, pupuk bersubsidi khusus untuk di Bumi Panrita Kitta sebutan daerah tersebut tidak akan mengalami kelangkaan.


"Alhamdulillah, tahun ini tiga kali lipat dari sebelumnya, contoh pupuk Urea cuman 4000 ton sekarang jadi 8.500 ton, SP36 dari 700 ton menjadi 3.500 ton. Jadi saya kira tidak ada kelangkaan selama satu tahun," jelas Aminullah, Jumat, (15/1/2021).


Tidak hanya itu, pihaknya juga menyediakan pupuk non subsidi yang diperuntukan bagi petani yang tidak tergabung dalam kelompok tani sesuai RDKK yang diusulkan sehingga tidak ada alasan lagi pupuk di Sinjai langka.


"Kami distributor menyiapkan dua alternatif. Pertama pupuk subsidi diperuntukkan bagi petani yang tergabung di RDKK dan kelompok tani. Kedua pupuk non subsidi itu yang tidak ada namanya di RDKK. Jadi tidak ada sekarang alasan bagi petani terkait kelangkaan pupuk", jelasnya. 


Sebagai gambaran kuota pupuk tahun 2020 di Kabupaten, diantaranya pupuk Urea sebanyak 3.280 ton, ZA 1.962 ton, SP-36 771 ton, NPK 976 ton, dan Organik 168 Ton. 


Sedangkan di tahun 2021 pupuk Urea 8.500 ton, SP36 3.075 ton, ZA 1.995 ton, NPK 1.113 ton, organik granul 555 ton dan organik cair 1.388 liter.


Sebelumnya Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Sinjai, Ir Marwatiah yang ditemui baru-baru ini mengungkapkan tidak menutup kemungkinan kuota tersebut akan bertambah dari pusat. Termasuk bisa dilakukan realokasi kuota antar Kecamatan.


“Ini dalam kondisi sekarang ya, tapi tidak tertutup kemungkinan biasanya ada tambahan kuota atau dilakukan realokasi kuota antar Kecamatan”, jelasnya, Senin 11 Januari 2021 lalu. (*)


Editor : Satria



Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI