Alat Isap Sabu Ditemukan Berserakan di Kota Watampone

8/17/2021 | 18:59 WIB

Bagikan:

Musriandi

Alat isap Sabu ditemukan berserakan disalah satu Kota Watampone

INSTINGJURNALIS.Com--Adanya pembatasan mobilitas masyarakat selama pandemi Covid-19 ternyata tidak mengurangi peredaran narkotika, yang terjadi justru malah sebaliknya, bisnis narkotika dan obat-obatan terlarang ‘tumbuh subur’.


Di tengah masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19 ternyata ada bahaya lain yang mengancam yakni penyalahgunaan narkoba. Khususnya di Kabupaten Bone nampaknya peredaran narkoba kian mengkhawatirkan dan semakin menggurita. Bahkan, menguatkan isu berkembang di masyarakat, bahwa Kota Watampone menjadi pasar besar peredaran barang terlarang. 


Tak hanya itu, peredaran narkoba sudah memasuki berbagai kalangan bahkan dilakukan secara terang-terangan dan terbuka. Seperti juga yang dijumpai di salah satu daerah Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kota Bone. 


Instingjurnalis melakukan penelusuran dan menemukan fakta peredaran narkoba di wilayah itu tidak bisa dianggap remeh. Pada Selasa (17/08/2021), media ini berhasil menemukan alat hisap sabu dan korek yang tampak berserakan. Pemandangan ini tidak bisa dipungkiri dan jelas narkoba di Bone masuk kategori darurat.


Salah seorang warga setempat mengaku aktivitas penyalahgunaan narkoba sangat mudah dijumpai bahkan dilakukan secara terang-terangan. "Dia biasa gunakan disini tapi dia beli di luar (salah satu lingkungan di Kota Watampone)," kata warga setempat yang namanya dirahasiakan, Selasa (17/08/2021).


Wilayah lainnya di area Kota watampone, khususnya di Kelurahan Bukaka Kecamatan Tanete Riattang, masyarakat di wilayah tersebut merasa resah marakanya peredaran narkoba. 


"Pengguna sabu dan bandar itu banyak di Kabupaten Bone, khusunya di Kelurahan Bukaka, jelas ini sangat mengganggu karena kami khawatir jika anak kami akan ikut-ikutan dan bahkan pernah ada yang mengajak anak kami jadi kurir sabu," ungkap warga Bukaka yang enggan dimediakan namanya.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI