Tatang Zaenudin Pimpin Upacara Peringatan 76 Tahun Kemerdekaan Indonesia

8/17/2021 | 09:22 WIB

Bagikan:

 Tahun Kemerdekaan Indonesia

INSTINGJURNALIS.com - Presiden Tani Indonesia Mayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan HUT RI ke-76 yang digelar di Kabupaten Bangkalan, Madura, Selasa (17/8/2021).


Upacara dihadiri lebih dari 750 orang yang terdiri dari keluarga besar Lembaga Investigasi Negara (LIN), keluarga besar Koperasi Multidaya Nusantara Tiga (MNT), para petani, nelayan, peternak domba, dan Santriwan dan Santriwati Pesantren Al-Akhyar yang dikomandoi oleh KH. Syafe’I, serta masyarakat yang sekitar Kabupaten Bangkalan Madura.


Mayjen Tatang Purnawirawan Mayor Jenderal TNI yang berjiwa sosial tinggi, memberikan amanat dalam upacara tersebut secara garis besar mengajak seluruh aliansi masyarakat baik masyarakat umum atau pemerintahan, untuk menjalankan revolusi pola pikir. 


Revolusi pola pikir adalah satu gagasan Presiden Tani Indonesia untuk memudahkan pencapaian pada tujuan kesejahteraan rakyat nasional melalui gerakan ekonomi yang adil dan beradab. Sehingga Indonesia kembali swasembada pangan, berdaulat pangan dan menjadi mercusuar dunia.


Selain mengajak rakyat untuk revolusi pola pikir, untuk mengembalikan pikrian kepada hak nya yaitu benar katakan benar salah katakana salah, juga Mayjen Tatang membuka gagasan bahwasanya Trisaki, Trilogi Pembangunan, itu adalah menguatkan Nawacita. 


Tak segan Mayjen Tatang dengan lantang menyeru untuk sama sama pastikan, sama-sama kawal, dan sama-sama saksikan tuntasnya Nawacita. 


Setelah selesai acara Upacara Peringatan HUT-RI ke-76, diteruskan wisata religi ke makam Raja-Raja Madura. Makam yang dimaksud adalah makam Raja Islam pertama Di Madura Barat yang Bernama Raja Raden Pratanu Arosbaya, dan Raja-Raja yang lain. 


Hal ini diapresiasi oleh Presiden Tani Indonesia Mayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin dan menyampaikan bahwasanya kita semua untuk tidak melupakan sejarah. Melesatarikan sejarah Tingable dan Ingable untuk patut dijadikan renungan bagi generasi sekarang juga generasi selanjutnya. (*)


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI