Bandar Arisan Online Di Bone Dipolisikan, Berikut Modusnya!

2/04/2022 | 16:46 WIB

Bagikan:
Bandar Arisan Online Di Bone Dipolisikan, Berikut Modusnya!


INSTINGJURNALIS.com - Bandar arisan online NIA dilaporkan ke Polisi oleh perempuam yng berinisialn AN lantaran diduga melakukan praktek penipuan dengan modus arisan online menurun. 


Kuasa hukum korban (pelapor) Andi Asrul Amri menyatakan, untuk saat ini sudah ada 5  korban yang menyatakan keberatan dan merasa ditipu oleh Nia.


"Dari 5 orang korban, 2 orang diantaranya telah kami dampingi memasukkan Laporan Polisi (LP) di SPKT Polres Bone pada Senin (1/2) lalu. Tentunya tidak menutup kemungkinan akan muncul korban lainnya karena yang ikut arisan online ini ada ratusan orang yang terbagi-bagi dalam bentuk kloter atau grup. Kerugian yang dialami korban juga bermacam-macam tergantung mereka ikut di grup mana," ujar Andi Asrul Amri, Jumat (4/2/22).


Andi Asrul pun menerangkan, modus arisan online NIA ini menawarkan lelang arisan senilai Rp. 9,9 juta dengan cara para korban membayar 400 ribu sebanyak 22 kali kemudian setelah 15 kali pembayaran lalu dilot. Korban di janjikan mendapatkan uang sebesar Rp. 9,9 juta.


"Korban tergiur karena hanya dengan membayar Rp. 8,8 juta. Mereka diiming-imingi bisa mendapatkan Rp. 9,9 juta," kata Andi Asrul menambahkan.


Kemudian setelah korban mendapat giliran untuk mendapatkan uang yang di janjikan sang owner tidak kunjung memberikan kepada korban hingga saat ini meskipun telah dihubungi berulang kali.


"Para korban dan owner arisan online NIA ini memang tidak saling kenal sebelumnya mereka hanya berkomunikasi melalui jejaring sosial media (medsos) dan para korban melakukan transaksi pembayaran melalui transfer," ungkap Andi Arsul.


Sementara salah satu korban lainnya yang berinisial NH mengungkapkan, bahwa selain dirinya yang sama sekali tidak dibayarkan haknya, ada juga korban lain yang mendapatkan uangnya kembali namun dipotong secara sepihak oleh bandar arisan hingga ratusan ribu rupiah.


"Ada juga korban yang tidak menerima gett full, uangnya dipotong dengan alasan zonker. Sedangkan iklan yang dipasang di akun media sosial arisan online NIA sendiri taglinenya "amanah lancar jaya gett full", kata NH.


Pihak Kepolisian yang ikut dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait kasus ini dan telah ditindaklanjuti dengan memeriksa sejumlah korban dan saksi.


"Kasus ini telah dalam proses penyelidikan. Untuk saat ini, kami telah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah korban dan saksi," terang AKP Benny, Jumat (4/2/22)

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI