Bupati ASA Panggil Pimpinan Perbankan, Bahas Agar Warganya Dapat Kredit Usaha

2/09/2022 | 20:04 WIB

Bagikan:
Bupati ASA Panggil Pimpinan Perbankan, Bahas Agar Warganya Dapat Kredit Usaha


INSTINGJURNALIS.com -  Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) melakukan pertemuan dengan sejumlah perwakilan perbankan yang ada di Kabupaten Sinjai di rumah jabatan Bupati, Rabu (9/2/2022) sore.


Kredit usaha rakyat (KUR) atau sebagai debitur korban kebakaran pasar Sentral Sinjai agar mendapat keringanan dari pihak perbankan mulai Restrukturisasi kredit.


"Alhamdulillah pertemuan kami dengan pihak perbankan, debitur atau pedagang yang mempunyai kredit, pihak Bank siap memberikan keringanan," ungkap Bupati ASA.


Upaya fasilitasi ini dilakukan Bupati ASA, agar pedagang di pasar sentral Sinjai kembali bangkit membangun usahanya pasca kebakaran beberapa waktu lalu.


"Kita prihatin dengan kejadian menimpa pedagang kita, apalagi yang terbakar adalah modal dari usaha para pedagang kita. Mudah-mudahan upaya kita dengan memfasilitasi ke pihak perbankan mengurangi sedikit beban mereka (pedagang)," sambungnya.


Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan (Perindag) dan ESDM Sinjai, Muh Saleh menuturkan, sedikitnya 73 debitur atau pedagang yang telah terdata dan mengajukan untuk mendapatkan perlakuan khusus kepada perbankan melalui fasilitasi Pemerintah.


"Jadi ada 73 debitur yang mengajukan keringanan kredit. Mereka diantaranya 68 dari BRI, 1 debitur masing-masing BNI, Mandiri Bank Sulselbar dan PT Pegadaian. Totalnya sekitar Rp7 Miliar lebih," pungkasnya.


Kebijakan yang diberikan untuk para korban kebakaran tersebut adalah pemberian penangguhan pengembalian pokok dan bunganya. Termasuk top up kredit yang sedang berjalan.


"Dari hasil pertemuan pak Bupati dengan pihak perbankan tadi, ada dua kebijakan yang diberikan kepada korban, yang pertama penangguhan pembayaran bunga (restrukturisasi) dan yang kedua pengajuan top up kredit," ungkap Muh Saleh.


Mantan Kabag Pembangunan Setdakab Sinjai ini menambahkan kebijakan yang diberikan kepada pedagang pasar sentral Sinjai cukup meringankan pedagang, lantaran pedagang tidak perlu lagi repot untuk pengembalian pokok dan bunga kredit.


"Itu kebijakan yang diberikan selama satu tahun kepada korban kebakaran. Tidak membayar pokok dan bunganya atau pengembaliannya ditunda dulu, nanti setelah normal mereka kembali berdagang baru di mulai pembayarannya," jelasnya. (*)

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI