Warga Sinjai Tutup Usaha dan Rusuh Diantrian Minyak Goreng, Pemerintah Menikmatinya

3/15/2022 | 17:32 WIB

Bagikan:

 

Warga Sinjai Tutup Usaha dan Rusuh Diantrian Minyak Goreng, Pemerintah Menikmatinya

INSTINGJURNALIS.com - Pemerintah Kabupaten Sinjai nampaknya tak peduli dan terkesan tutup telinga dengan jeritan warganya dalam menyikapi persoalan langkanya minyak goreng.


Fonemona yang hampir merusak tatanan sosial akibat langka dan mahalnya minyak goreng tersebut membuat masyarakat rela antri dan saling berdesakan. Harganya cukup fantastis, tembus Rp30ribu hingga Rp50 ribu perliter.


Salah seorang warga Sinjai Selatan, Rola Suryanama mengaku bahwa, dirinya sebagai kepala rumah tangga berharap perhatian Pemerintah Sinjai dengan kodisi tersebut


"Harga minyak goreng di Sinjai Selatan tembus Rp30 ribu perliter, itupun harus berdesakan untuk mendapatkannya, kasihan kami sebagai masyarakat," kata dia, Selasa (15/3/2022).


Memang beberapa hari ini, warga terlihat antri dan mengeluh atas susahnya mendapatkan kebutuhan rumah tangganya.


"Heran juga pemerintah nampaknya cuek dengan kejadian kelangkaan minyak goreng di Sinjai, bahkan warga hampir baku hantam diantrian, selain mahal juga sulit didapatkan harus antrian 2jam," tambah warga lainnya.


Kejadian terpisah salah satu UMKM yang berpenghasilan Rp200 ribu perhari yang ada di Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara terpaksa menutup usahanya karena kebutuhan minyak goreng yang mahal dan susah didapatkan


"Sudah lima hari tutup sementara usaha kami karena susah mendapatkan minyak goreng yang merupakan kebutuhan dasar usaha kami," ungkap Yunus


Kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Sinjai terjadi beberapa pekan terakhir, namun pihak Pemerintah Kabupaten Sinjai tak bergeming bahkan terkesan menutup mata dan menikmati fenomena kelangkaan minyak goreng dan jeritan masyaratnya.



Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI