Makam Terduga Pengedar Sabu di Makassar Dibongkar Tim Forensik

5/20/2022 | 17:03 WIB

Bagikan:

 


INSTINGJURNALIS.Com--Tim Forensik Biddokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) membongkar makam pengedar sabu Muh Arfandi Ardiansyah, untuk dilakukan autopsi. Makam Arfandi akan dibongkar untuk menemukan penyebab kematian pemuda 18 tersebut.


Tim Forensik Biddokkes bersama Tim INAFIS Polda Sulsel membongkar makam yang berada di Permakaman Arab, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.


Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Komang Suartana mengatakan autopsi dilakukan oleh Tim Forensik Biddokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Pihak keluarga pun telah melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Arfandi ke Polda Sulsel.


Pembongkaran makam tersebut dilakukan sejak pukul 13.30 Wita. Rencananya Tim Forensik akan memeriksa jenazah untuk mengungkap penyebab kematian pemuda berusia 18 tahun yang tewas setelah ditangkap personel Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, pada Minggu 15 Mei kemarin.


Tak hanya itu, pihak keluarga korban yang didampingi kuasa hukumnya turut menyaksikan pembongkaran makam anaknya bersama sejumlah kerabat korban.


"Inisiatif awal Kabid Propam minta diautopsi, tapi pihak keluarga menolak. Kemudian ada lagi permintaan keluarga untuk diautopsi setelah dikubur," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Komang Suartana, Kamis (19/05/2022).


Komang menyebut saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan dan pelanggaran kode etik dalam penangkapan Arfandi tersebut.


"Nanti kita lihat. Penyelidikan di Propam maupun di Reskrimum dugaan penganiayaan, itu akan kita lihat pelanggaran kode etiknya. Tapi kalau di situ ada unsur-unsur pidana nanti bisa dilimpahkan ke krimum. Nanti kita lihat hasil penyelidikan dan hasil autopsinya," ujarnya.


Lebih lanjut, Komang mengatakan Propam telah mengamankan enam orang personel Satreskoba Polrestabes Makassar dalam kasus kematian pengedar narkoba tersebut.


"Ditahan belum, masih diamankan dan dibebastugaskan. Belum ditahan karena belum dia belum dipersidangkan. Belum ditentukan kesalahannya apa," katanya.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI