Dua Pelaku Penganiayaan Atlet Selayar Diringkus, Berikut Motifnya!

10/26/2022 | 15:48 WIB

Bagikan:


INSTINGJURNALIS.Com--Kepolisian Resort (Polres) Sinjai berhasil mengamankan dua pelaku penganiayaan terhadap delapan atlet dayung asal Kabupaten Selayar.


Dua pelaku tersebut masing-masing SN (20) dan DN (24) diamankan di kediamannya di Larea-rea, Jalan Halim Perdanakusuma, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Rabu (26/10) dini hari.


Kasat Reskrim Polres, AKP Syahruddin mengatakan kedua pelaku tersebut diringkus tanpa perlawanan. Dari hasil interogasi, pelaku melakukan penganiayaan dengan cara menempeleng pelaku dan kemudian memukul menggunakan dayung.


Sementara itu, insiden penganiayaan itu berawal para korban hendak kembali ke penginapan usai mengikuti pertandingan cabang olahraga dayung dengan menggunakan motor.


"Tiba-tiba para pelaku menghampiri para korban dan melontarkan kata-kata tidak pantas, namun para korban tidak menghiraukan teriakan para pelaku," kata AKP Syahruddin.


Setelah itu pelaku marah-marah dengan melontarkan kata-kata dengan menggunakan bahasa bugis.  Selanjutnya para pelaku secara tiba-tiba melakukan pemukulan terhadap para korban.


"Salah satu pelaku melakukan pengeroyokan serta pemukulan dengan menggunakan benda keras berupa alat dayung perahu, setelah kejadian tersebut para pelaku langsung melarikan diri," tambahnya.


Selanjutnya, saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Sinjai untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.


Sebelumnya, insiden memalukan terjadi pada event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel yang dilaksanakan di Sinjai-Bulukumba. Delapan atlet dayung asal Kepulauan Selayar, mengalami tindakan kekerasan di lokasi Porprov, tepatnya di Kabupaten Sinjai, Selasa (25/10).


Delapan atlet yang jadi korban penganiayaan oleh sekelompok pemuda itu masing-masing, Muh Iksan, Defi Ariani Safitri, Zulhan Noer, Subhan, Akil, Meldiawan, Arwin, dan Farham. 


Ketua KONI Kabupaten Selayar, Jonny Hidayah menceritakan insiden tersebut terjadi jelang Magrib di  Pantai Galau Kelurahan Lappa Kabupaten Sinjai, Selasa (25/10). Saat itu, atlet dayung dari Selayar tersebut menaiki tangga usai mengikuti lomba. 


"Namun, tiba-tiba sekelompok pemuda langsung menghajar para pendayung dengan menggunakan alat dayung. Akibatnya, korban mengalami luka bagian kepala dan tangan," kata Jonny.


"Atlet kami dikeroyok, ada yang sampai kepalanya robek dan harus dijahit. Ini sungguh sangat memalukan karena ajang yang besar tapi kita lihat seperti apa pengamanannya,” Jonny Hidayah kepada wartawan di Polres Sinjai.


Ia mengaku bahwa, tim dayung sedari awal sudah berusaha untuk diganggu baik secara psikologi maupun fisik.


"Kita memang sudah dari awal berusaha dicegat mulai dari peraturan panitia yang berubah-ubah terkait penggunaan perahu naga dan kami menduga bahwa ini adalah hal yang sama untuk menjatuhkan tim kami di cabor dayung,” tambahnya.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI