Gizi Buruk di Bone Meningkat Setiap Tahun?

1/12/2020 | 18:07 WIB

Bagikan:
Muh.Ikram, bayi penderita gizi buruk yang dirawat di ruang perawatan anak di RSUD  Tenriawaru, meninggal 2018 lalu.
INSTINGJURNALIS.Com--Kasus gizi buruk di Kabupaten Bone masih menjadi persoalan serius. Fakta tersebut disampaikan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bone.

Pihaknya mencatat, dalam tiga tahun penderita gizi buruk mencapai 45 jiwa.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Hj Kartini Abbas SST Mkes mengatakan, pihaknya telah mencatat di atas 10 penderita gizi buruk setiap tahunnya.

“Tahun 2016 Itu 14 orang, kemudian 2017 ada 15 orang. Dan 2018 ini sebanyak 16 orang,” ungkap Kartini saat dikonfirmasi, beberapa waktu lalu.

Data  tersebut, menunjukkan bahwa penderita gizi buruk di daerah ini mengalami peningkatan. Dijelaskan Kartini, pemicu terjadinya gizi buruk pada anak cukup beragam menurutnya

“Banyak penyebabnya, seperti penyakit infeksi, batuk, diare, faktor kelainan cacat bawaan, dan ada juga karena faktor lingkungan seperti tempat tinggal dan lingkungan, dan juga faktor kemiskinan. Makanya desa dianjurkan untuk Odf,” tambahnya

Pengamat Sosial Kabupaten Bone, Muh. Irwan menilai pemerintah belum serius menangani masalah tersebut. Pemerintah pun diminta segera mengeluarkan kebijakan untuk menyelesaikan tingginya angka gizi buruk.

"Kondisi ini harus segera diperbaiki, ini sangat mengkhawatirkan," katanya, Minggu (12/01/2020).

Menurut, keadaan gizi buruk harus ditangani secara medis dan memerlukan penanganan khusus dalam waktu yang tidak singkat. Komplesitas permasalahan pangan dan gizi memerlukan penanganan yang holistik dengan pendekatan multidimensional.

"Yakni dengan berpikir secara menyeluruh dengan mempertimbangkan segala aspek, karena ini persoalan serius demi masa generasi," tambahnya.

Sudah saatnya masalah ini menjadi perhatian bersama untuk dicarikan solusi yang lebih serius. Gizi buruk ini tidak cuma membuat kesehatan buruk, namun dapat mendagradasi kecerdasan otak.

Kesehatan anak merupakan salah satu faktor fundamental dalam mengukur keberhasilan pemerintah dalam bidang pembangunan kesehatan. Hal itu, menurutnya, tak boleh dianggap remeh oleh pemerintah.

"Kita berharap tetap mengedepankan program yang sifatnya menyentuh langsung dengan masyarakat, karena ini yang dibutuhkan oleh masyarakat," harapnya mantan aktivis tersebut.

(Muhammad Irham)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI