Pupuk Langka, Petani di Bone Menjerit

5/14/2020 | 03:28 WIB

Bagikan:
Foto (dok.Jawapos)

INSTINGJURNALIS.Com--Kelangkaan pupuk mulai dirasakan petani di Kabupaten Bone. Pupuk subsidi yang disediakan pemerintah hilang di pasaran. Untuk mengganti ke pupuk non subsidi, petani harus merogoh kocek lebih dalam.

Itu dialami petani-petani di Kecamatan Cenrana. Mereka mengeluh sulit mendapatkan pupuk bersubsidi sejak beberapa Minggu lalu. Seperti pupuk Phonska dan Urea. Petani terpaksa membeli pupuk non subsidi dengan selisih harga yang lebih mahal. Phonska bersubsidi Rp 120 ribu, sedangkan non subsidi Rp 135 ribu. Urea subsidi Rp 95 ribu, non subsidi Rp 115 ribu.

Afifuddin, 23, salah seorang petani, Desa Cakkeware, Cenrana, mengungkapkan, seharusnya saat ini sudah mulai masa pemupukan. Namun di saat butuh pupuk banyak, tidak banyak yang menjualnya.

”Saya mencari di kelompok tani tempat saya kosong. Mencari di luar juga sulit, meskipun ada harganya agak mahal, padahal saat ini sudah waktunya masa pemupukan," katanya.

Senada diungkapkan Hamdan, dia menjelaskan, pupuk langka sejak awal tanam padi. Dia sudah ke kelompok tani, akan tetapi stoknya selalu kosong.

”Banyak yang kekurangan sejak kemarin,” keluhnya.

(Muhammad Irham)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI