Polemik Sampah di Bone, Sekda Bone Minta DLHK Segera Usulkan Program

9/11/2020 | 20:01 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.Com--Polemik akan penanganan sampah serta sistem pengelolaan yang belum optimal, menyebabkan tumpukan sampah sering dijumpai di Kabupaten Bone.

Hal itu ditanggapi Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bone, Andi Islamuddin, ia meminta istansi terkait segera mengusulkan program penanganan sampah.

Kata mantan Kepala Inspektorat itu,  polemik sampah ini tidak bisa dibiarkan. Menurutnya, hal ini menjadi penting untuk segera diselesaikan.

"Instansi terkait harus segera mengusulkan untuk penanganan, ini tidak bisa dibiarkan, ini sangat penting untuk diusulkan," kata Islamuddin.

Diketahui, penanganan sampah di Kabupaten Bone belum dikelolah secara maksimal.

Salah satu kendala yang timbul dalam penanganan sampah adalah karena kurangnya angkutan sampah. Sebab, angkutan pengangkut sampah yang dimiliki tidak sebanding dengan sampah yang dihasilkan.

Anggaran yang idealnya dibutuhkan untuk mengefektifkan pengolaan sampah menembus angka 11 miliar pertahunnya, namun realisasi anggarannya hanya mencapai 5 miliar pertahun ditambah di masa pandemic covid-19 dikurangi menjadi 4 miliar.

Kasi Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Andi Takdir ST mengatakan problem permasalahan pengolaan sampah terletak pada keterbatasan sarana dan prasarana.

"Kita memiliki keterbatasan oprasional armada pengankut sampah," kata Ahmad, Rabu (05//08/2020).

Andi Takdir menjelaskan produksi sampah di Kabupaten Bone menembus 70 ton perhari, sampah sebanyak itu dinilai tidak cukup diangkut dengan armada 15 mobil sampah (kontainer) dan 30 motor sampah, bahkan kata dia, untuk pengangkutan sampah perharinya hanya menembus 89 persen.

"Disini kita memiliki 15 mobil sampah, alat berat 3 di TPA dan 30 motor sampah, itu belum cukup untuk mengangkut 70 ton sampah itu," jelas Andi Takdir.

(Fah/Ram)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI