BPS: IPM Kabupaten Bone Urutan Kedua Terendah di Sulsel

3/04/2021 | 18:23 WIB

Bagikan:

Penulis:Muhammad Irham

INSTINGJURNALIS.Com--Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi-selatan menyatakan kesenjangan indeks pembangunan manusia (IPM) antar kabupaten masih terjadi sepanjang 2020.


Kondisi tersebut terlihat dari sisi angka harapan hidup, pendidikan, dan standar hidup layak yang tergambarkan melalui pengeluaran per kapita per tahun.


Dilansir dari situs resmi BPS Sulsel, tahun 2020 hanya Kota Makassar saja yang masuk kategori sangat tinggi dengan pencapaian IPM sebesar 82,25. Sementara itu terdapat 9 kabupaten/kota yang 

termasuk kategori tinggi yaitu Kabupaten Gowa, Barru, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Parepare dan Palopo.


Sisanya, sebanyak 14 kabupaten masih dalam kategori IPM sedang. Pada tahun 2020 hanya Kabupaten Gowa yang berhasil menaikkan level IPM dari sedang menjadi tinggi.


Meskipun ada beberapa kabupaten yang bergeser peringkatnya, namun secara umum untuk 3 kabupaten/kota tertinggi dan 3 kabupaten/kota terendah masih sama dengan tahun 2019.


"Makassar tetap menempati peringkat pertama(82,25), Palopo di peringkat kedua (78,06), dan Parepare di peringkat ketiga (77,86). Sedangkan Jeneponto (64,26), Bone (66,06), dan Takalar (67,31) juga masih menjadi kabupaten/kota dengan IPM terendah di Sulawesi Selatan," dilansir dari situs BPS Sulsel, Kamis (04/03/2021). 


Secara umum, pada dasawarsa terakhir, perkembangan IPM Sulsel terus menunjukkan kecenderungan meningkat. Pada tahun 2010 IPM Sulse hanya mencapai 66,00 dan meningkat menjadi 71,93 di tahun 2020.


Hasil pembangunan terlihat dari komponen peluang hidup bayi hingga70,57 yang diinterpretasikan bahwa anak lahir hidup du Sulsel memiliki peluang hidup sampai 70,57 tahun. Selama periode 2010-2020

terjadi peningkatan umur harapan hidup (UHH) sebesar 1,64 tahun atau meningkat rata-rata 0,24 persen. 


Sayangnya, terdapat disparitas UHH yang cukup signifikan antar kabupaten/kota di Sulsel. Pencapaian UHH tertinggi pada tahun 2020 ada di Toraja Utara yaitu sebesar 73,39 tahun. Hanya 6 kabupaten/kota dengan pencapaian UHH di atas UHH Sulsel yaitu Palopo, Enrekang, 

Parepare, Makassar, Tana Toraja dan Toraja Utara. Sedangkan Kabupaten Bone bersama 17 kabupaten lainnyakabupaten lainnya memiliki UHH di bawah UHH Sulawesi Selatan.


Demikian, Harapan Lama Sekolah (HLS)merupakan lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan didapatkan oleh anak pada umur tertentu di masa yang akan datang. HLS dihitung pada rentang usia 7 tahun ke atas sesuai kebijakan program wajib belajar yang dijalankanc oleh pemerintah.


Rata-rata Lama Sekolah (RLS)merupakan rata-rata jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk usia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal. Pemilihan rentang umur 25 tahun ke atas pada penghitungan RLS diasumsikan bahwa pada usia 25 tahun proses pendidikan sudah berakhir. 


HLS ditingkat kabupaten/kota ecara umum berbanding lurus dengan RLS.

Kabupaten/kota yang memiliki HLS tinggi, pada umumnya RLS juga tinggi, demikian pula sebaliknya. Jeneponto dengan HLS terendah (11,98 tahun) memiliki harapan bahwa penduduk umur 7 tahun ke atas akan dapat bersekolah hingga kelas 3 SMA. RLS terendah juga di Jeneponto (6,59 tahun) menunjukkan bahwa rata-rata penduduk hanya dapat bersekolah hingga kelas 6 atau tamat SD.


Demikian Kabupaten Bone sendiri menepati urutan 8 terbawah dan empat terbawah. Untuk HLS berada diangka 12,88 persen, artinya harapan penduduk umur 7 tahun ke atas akan dapat bersekolah hingga Kelas 3-Semester 1 di perguruan tinggi. 


Sementara, RLS di Kabupaten Bone (7,15 tahun) menunjukkan penduduk hanya dapat bersekolah hingga kelas 1 SMP. 


Sementara itu Makassar dengan HLS tertinggi di Sulsel (15,57 tahun) memiliki 

harapan penduduk berumur 7 tahun ke atas akan dapat menikmati pendidikan hingga D3. 


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI